Bagikan:

Hasil Tes Poligraf: Kuat Ma'ruf Bohong Tak Lihat Sambo Tembak Yosua

Aji mengatakan, melakukan dua kali pemeriksaan terhadap Kuat dalam dua peristiwa berbeda.

NASIONAL

Rabu, 14 Des 2022 15:38 WIB

Hasil Tes Poligraf: Kuat Ma'ruf Bohong Tak Lihat Sambo Tembak Yosua

Terdakwa pembunuhan Yosua, Kuat Ma’ruf (tengah) mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (14/12/2022). ANTARA/Asprilla Dwi Adha

KBR, Jakarta - Kuat Ma'ruf terindikasi berbohong saat mengaku tidak melihat Ferdy Sambo menembak Yosua Hutabarat. Indikasi tersebut berdasarkan hasil tes poligraf yang dijalani Kuat.

Penilaian ini disampaikan Kepala Urusan Bidang Komputer Forensik Ahli Poligraf Polri Aji Febriyanto, saat dihadirkan menjadi saksi dalam sidang lanjutan pembunuhan Yosua.

"Untuk indikasi kedua saudara Kuat yang diperiksa pada 9 September 2022, adalah apakah kamu melihat Pak Sambo menembak Yosua? Jawabannya saudara Kuat itu tidak, hasilnya berbohong," ujar Aji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).

Dalam persidangan sebelumnya, Kuat mengaku tidak melihat atau mendengar Sambo menembak Yosua. Keterangan ini membuat hakim heran, karena posisi Kuat dekat dengan tempat berdirinya Sambo.

Aji mengatakan, melakukan dua kali pemeriksaan terhadap Kuat dalam dua peristiwa berbeda. Pertama adalah soal peristiwa di Magelang, dan kedua soal penembakan terhadap Yosua.

Baca juga:

Dalam pemeriksaan pertama, Aji menyebut jawaban Kuat jujur ketika ditanya apakah dirinya memergoki persetubuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua di Magelang.

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf menjadi terdakwa pembunuhan terhadap Yosua. Insiden itu terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending