Kemenkes: Vaksinasi Booster untuk Lansia Ditentukan Awal Tahun Depan

"Di Januari ini kita matangkan kebijakannya mengingat lansia baru masih 51 persen yang mendaptkan dosis satu, sementara dosis kedua itu baru 30 persen"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Des 2021 17:23 WIB

Author

Ranu Arasyki

Kemenkes: Vaksinasi Booster untuk Lansia Ditentukan Awal Tahun Depan

Warga lanjut usia menerima vaksin COVID-19 di Tangerang, Banten, Minggu (11/4/2021). (Foto: ANTARA/Fauzan)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan belum dapat memastikan kapan realisasi vaksinasi booster untuk kalangan lansia, mengingat sampai saat ini pemberian vaksin dosis kedua dari keseluruhan lansia masih sebesar 30 persen.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi booster sebaiknya dilakukan setelah 60 persen dari total lansia di Indonesia mendapatkan vaksinasi tahap kedua. 

"Tapi yang harus diingat, vaksinasi booster ini akan lebih baik lagi kalau kita mulai pada sasaran vaksinasi yang telah mendapatkan dosis satu dan kedua minimal 60 persen. Jika sebagian dari kekebalan kelompok terjadi, dan orang yang tentunya membutuhkan dan paling rentan akibat terjadinya penurunan efikasi vaksin. Penurunan itu bukan berarti nol ya. Artinya tetap proteksi itu ada, dan ditambah kekebalan kelompok yang sudah dibangun tadi, ini akan menjadi satu kombinasi yang sangat baik dalam intervensi penanganan pandemi," katanya, daring (3/12/2021).

Baca Juga:

Siti Nadia mengatakan di awal tahun depan pemerintah berencana mematangkan kebijakan mengenai pemberian vaksin booster sekaligus melakukan percepatan vaksinasi bagi lansia.

"Mengenai apakah lansia akan kita mulai vaksinasinya. Di Januari ini kita matangkan kebijakannya mengingat lansia baru masih 51 persen yang mendaptkan dosis satu, sementara dosis kedua itu baru 30 persen," ujarnya.

Nadia menilai, saat ini situasi penanganan Covid-19 di Indonesia tergolong sangat baik. Bahkan, Amerika dan Uni Eropa mengkategorikan Indonesia sebagai negara aman untuk di kunjungi. Menurut dia, untuk saat ini angka penularan kasus di Indonesia berada pada level yang sangat rendah. 

"Kalau kita melihat jumlah kasus yang dilaporkan per hari kemarin, tentunya , berkisar antara 368 orang. Angka kematian itu hanya 10 orang, angka positif kita hanya 0,17 yang terus turun ke 0,19. Di sisi lain percepatan vaksinasi terus kita lakukan," sambungnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga