Bagikan:

BNPB: 71 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi dalam 10 Hari Terakhir

Bencana hidrometeorogi basah seperti banjir dan tanah longsor memang mendominasi total bencana sepanjang tahun ini.

NASIONAL

Jumat, 10 Des 2021 20:20 WIB

BNPB: 71 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi dalam 10 Hari Terakhir

Warga melintas banjir dengan perahu di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/11/2021). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 55 bencana banjir dan 16 tanah longsor terjadi dalam 10 hari terakhir. Juru bicara BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana tersebut mengakibatkan 300 ribuan orang terdampak.

Abdul menyebut, bencana hidrometeorogi basah seperti banjir dan tanah longsor memang mendominasi total bencana sepanjang tahun ini.

"Kalau kita lihat dari Bulan Desember mulai dari tanggal 1 sampai tanggal 10, maka dari data yang kita rekap di BNPB sudah terjadi 55 kali kejadian banjir dalam 10 hari ini dan 16 kejadian tanah longsor," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers, Jumat (10/12/2021).

"Dari 71 kejadian ini, di luar kejadian Semeru itu ada tujuh korban meninggal. Di mana satu korban meninggal akibat longsor, dan enam korban akibat banjir. Untuk banjir juga ada delapan korban hilang dan sembilan luka," tambahnya.

Abdul menambahkan, mulai 1 Januari hingga 9 Desember, Indonesia sudah mengalami 2.796 kali kejadian bencana. Dari jumlah tersebut, yang paling banyak terjadi adalah banjir, disusul cuaca ekstrem dan tanah longsor.

"Lebih dari 80 persen kejadian bencana yang terjadi di Indonesia dalam kurun 1 Januari sampai Desember itu didominasi oleh bencana hidrometeorologi, khususnya hidrometeorologi basah. Total korban meninggal sudah 642 jiwa dan korban terdampak 8.121.980 jiwa, total rumah rusak 137.788 bangunan," rinci Abdul.

Baca juga: 

Dia mengatakan, provinsi-provinsi yang mengalami kejadian bencana dengan frekuensi kejadian paling banyak adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Untuk Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, kata dia, merupakan provinsi-provinsi yang secara historis kawasan bencana paling tinggi di Indonesia selama lima tahun terakhir.

Ia mengimbau masyarakat khususnya di daerah rawan bencana agar tetap waspada. Sebab dampak fenomena cuaca ekstrem La Nina diperkirakan masih akan berlanjut hingga 1-2 bulan ke depan.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua