Pandemi, Satgas Covid-19: Libur Panjang Pengaruhi Laju Penularan

"Contoh pada saat kemarin pada saat libur panjang, pekan pertama dan kedua setelah libur panjang positivity rate-nya turun, pekan ketiga dia langsung naik."

NASIONAL | RAGAM

Rabu, 02 Des 2020 19:25 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Pandemi,  Satgas Covid-19: Libur Panjang Pengaruhi Laju Penularan

Ilustrasi: Razia protokol kesehatan di Surakarta, Jateng. (Foto/;KBR/Yudha)

KBR, Jakarta-   Menjelang libur Natal dan tahun baru, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) kembali mengingatkan risiko penularan Covid-19. Meski ada pengurangan hari, risiko libur tetap ada.

Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan libur panjang meningkatkan penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat.

"Kalau tren berkaitan dengan apakah laju penularan sedang turun, biasanya saya akan spesifik masuk ke mingguan atau ke per tiga harian. Karena lebih terlihat spike nya ada di mana. Contoh pada saat kemarin pada saat libur panjang, pekan pertama dan kedua setelah libur panjang positivity rate-nya turun, pekan ketiga dia langsung naik. Ini kan berarti ada sesuatu di pekan ketiga setelah libur panjang, pekan ketiga November, positivity rate kita naik. Berarti memang terjadi laju penularan yang meningkat di masyarakat," jelas Dewi dalam koferensi pers BNPB secara daring Rabu (02/12/20).

Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan memang sempat ada penurunan angka positivity rate atau jumlah orang diperiksa di pekan pertama dan kedua November. Tapi ini terjadi dikarenakan kendala dalam waktu, tenaga, dan sumber daya, terutama dalam penelusuran kontak.

"Di bulan Oktober ini cenderung turun di angka 14,26 persen, kemudian di bulan November ini turun di angkat 13,55 persen, sedikit turun dibandingkan bulan Oktober," ujarnya.

Peningkatan positivity rate di pekan ketiga dan keempat November terdampak dari libur panjang pada akhir Oktober sampai awal November.

Terkait penularan Covid-19, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan. Jaminan kesehatan masyarakat, tergantung pada kedisiplinan masyarakat itu sendiri.

"Pada prinsipnya peningkatan kasus aktif ini dapat kita cegah apabila disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Memang kami selalu mengulangi protokol kesehatan yang menjadi kunci, dan ternyata di masyarakat masih ada yang lengah tidak menjalankan protokol kesehatan. Maka dari itu ini perlu kita lakukan dengan baik," jelas Wiku dalam koferensi pers dari Selasa (01/12/20).

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menyadari masyarakat sudah lelah dengan perubahan keadaan karena pandemi Covid-19 yang sudah berbulan-bulan dijalani. Meski begitu, menurutnya masyarakat tidak boleh kalah dengan kondisi ini.

"Faktor utama yang menjadi penyebab meningkatkan kasus aktif Covid-19 adalah ketidak disiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M. Serta masih banyaknya masyarakat yang berkerumun dalam berbagai bentuk kegiatannya. Kondisi ini kemudian memicu terjadinya penularan yang berdampak pada peningkatan kasus aktif," tegasnya.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah