Medan Berat, Polisi Kesulitan Kejar Kelompok Ali Kalora

Kekuatan aparat pengamanan di Sigi dan sekitarnya terus ditambah

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Des 2020 16:01 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Medan Berat, Polisi Kesulitan Kejar Kelompok Ali Kalora

Pasca penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris MIT, aparat keamanan berpatroli di Sigi, Sulteng, Jumat (29/11). ANTARA FOTO/Faldi/Mohamad Hamzah.

KBR, Jakarta - Polri mengaku kesulitan mengejar Ali Kalora dan jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah.

Kelompok itu disebut sebagai dalang pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Juru bicara Mabes Polri Awi Setiyono mengatakan, beratnya medan di daerah Sigi menyulitkan proses perburuan itu.

"Sampai sekarang masih seperti kemarin, tim masih melakukan pengejaran. Jadi kita sama-sama doakan untuk hal tersebut. Karena memang permasalahan bahwasanya rentang wilayahnya memang mereka selama ini dari Poso kemudian Parigi Moutong, kemudian Sigi, di pegunungan, di atas 2.500 feet di atas permukaan laut. Jadi kita sama-sama harus bersabar, tim masih melakukan pengejaran," kata Awi di Mabes Polri, Selasa (1/12/2020).

Juru bicara Mabes Polri Awi Setiyono menambahkan, kekuatan aparat pengamanan di Sigi dan sekitarnya terus ditambah. Saat ini selain pasukan Satgas Tinombala, ada juga dari Brimob Polda Sulteng, jajaran Marinir, dan anggota TNI Angkatan Darat lainnya.

Pasukan Khusus

Pasukan khusus yang diturunkan dari Mabes TNI untuk memburu kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora tiba di Palu, Sulawesi Tengah.

Komandan Korem Tadulako, Farid Makruf menjelaskan satu peleton atau sekira 40 prajurit yang ditugaskan ini merupakan tim pendahulu.

Ia mengatakan tujuan dari kedatangan tim khusus TNI ini adalah untuk mengefektifkan pengejaran dan pencarian terhadap kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

MIT diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap warga di Lembantongo, Kabupaten Sigi, pekan lalu. Kekerasan ini menyebabkan empat orang meninggal dan beberapa rumah warga dibakar.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM