Ratusan Ribu Warganya Miskin, Pemerintah Aceh Malah Beli Pesawat Terbang

"Kenapa Gubernur bersama SKPD tidak fokus untuk hal-hal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat?"

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Des 2019 18:53 WIB

Author

Alfath Asmunda, Adi Ahdiat

Ratusan Ribu Warganya Miskin, Pemerintah Aceh Malah Beli Pesawat Terbang

Warga korban banjir di Desa Marek, Aceh Barat, Aceh, Senin (2/12/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Banda Aceh - Menurut laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sampai Desember 2019 masih ada sekitar 819 ribu penduduk miskin di Provinsi Aceh.

Ratusan ribu orang itu memiliki pengeluaran rata-rata kurang dari Rp486 ribu per bulan. Hampir separuh penduduk miskin usia produktif di sana juga tak punya mata pencaharian.

Ironisnya, di tengah kondisi demikian, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah malah membeli 4 unit pesawat terbang tipe N219 dari PT Dirgantara Indonesia (DI) senilai Rp336 miliar.

Menurut lansiran situs resmi PT DI, kontrak pembelian pesawat itu sudah ditandatangani Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Managing Director PT DI pada Senin pekan lalu (9/12/2019).


Berita Terkait: Termiskin se-Sumatera, Pemerintah Aceh Beli Mobil Rp100 Miliar


DPRA: Kenapa Tidak Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat?

Pembelian pesawat itu lantas dikecam oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Saidi.

Menurut Saidi, kebijakan itu diambil secara mendadak dan tak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Ini kan (pembelian pesawat) usulan dadakan. Saya boleh sebut ini usulan lompat pagar. Ini yang kita sebut selesaikan dulu yang wajib, baru kita pikirkan yang sunah-sunah begitu," tegas Saidi di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (16/12/2019).

"Angka kemiskinan kita masih tinggi, pengangguran juga masih banyak, daya beli masyarakat juga masih rendah, angka putus sekolah juga masih ada. Aceh 17 persen lho stunting. Kenapa Gubernur bersama SKPD tidak fokus untuk hal-hal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat?" singgung Saidi.

Saidi juga mempertanyakan siapa penerima manfaat terbesar dari proyek ini. Pasalnya, menurut dia, pesawat itu tidak bisa dipakai untuk transportasi publik antar kabupaten/kota di Aceh.

"Tidak semua daerah di Aceh punya bandara," terang Saidi.  

“Kalau nanti pesawat digunakan untuk kunjungan kerja pejabat, mobilnya juga dibeli. Ini adalah nurani yang tergadaikan, dan saya hanya melihat di rezim ini sepertinya, aneh-aneh kerjaan pemerintah yang sekarang,” tandasnya lagi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste