Perkuat Warisan Budaya, 7 November Jadi Hari Wayang Nasional

"Implikasinya ini tentu akan merayakan wayang. Jadi yang selama ini wayang tersebar di mana-mana, sekarang punya satu forum untuk mengembangkannya lebih lanjut."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Des 2018 00:09 WIB

Author

Dian Kurniati

Perkuat Warisan Budaya, 7 November Jadi Hari Wayang Nasional

Ilustrasi. (Foto: kemdikbud.go.id)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.

Penetapan itu berdasarkan keputusan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO) yang menyatakan wayang sebagai karya agung warisan budaya lisan dan nonbendawi manusia pada 15 tahun lalu.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid keputusan presiden tentang Hari Wayang Nasional tersebut diteken langsung oleh Jokowi di depan sekitar 30 budayawan di Istana Merdeka, Selasa (11/12/2018).

"Ini usulan yang datang dari masyarakat, dan beliau langsung mengambil suratnya, ditandatangani di tempat. Implikasinya ini tentu akan merayakan wayang. Jadi yang selama ini wayang tersebar di mana-mana, sekarang punya satu forum untuk mengembangkannya lebih lanjut," kata Hilmar di kompleks Istana Kepresidenan.

Hilmar mengatakan, penetapan Hari Wayang Nasional akan memperkuat upaya pelestarian wayang pada masyarakat. Selain itu, ia juga meyakini masyarakat akan lebih bangga dan berusaha mengenal wayang sebagai kebudayaan Indonesia.

Budayawan Jaya Suprana mengapresiasi penetapan Hari Wayang Nasional tersebut. Ia berkata, para budayawan telah berusaha keras agar wayang diakui dunia sebagai warisan kebudayaan.

Ia membandingkannya dengan Hari Batik Nasional, yang membuat orang dengan sendirinya bangga mengenakan batik. Pada wayang pun, Jaya optimistis masyarakat termasuk generasi milenial, akan lebih menikmatinya sebagai kebudayaan asli Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Dampak Revisi UU KPK