Mau Akses Pembiayaan Usaha Ultra Mikro? Cukup dengan Smartphone

"Eksistansi model seperti Bank BRI, akan mendapat saingan teknologi digital, yang kantor cabangnya adalah smartphone," seloroh Sri Mulyani.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 11 Des 2018 21:15 WIB

Author

Resky Novianto

Mau Akses Pembiayaan Usaha Ultra Mikro? Cukup dengan Smartphone

Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan ekosistem digital sistem pembiayaan usaha ultra mikro di Jakarta, Selasa (11/12/2018). (Foto: KBR/Resky Novianto)

KBR, Jakarta - Kementerian Keuangan meluncurkan sistem pembiayaan digital usaha ultra mikro (UMi). Digitalisasi pembiayaan Ultra Mikro dilakukan bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Tekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sistem itu diluncurkan dengan membangun sistem ekosistem digital dalam rangka menyediakan alternatif metode pencairan pembiayaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peluncuran teknologi digital itu memungkinkan adanya kemudahan usaha Ultra mikro untuk berkembang.

Menurutnya, digitalisasi pembiayaan ini diluncurkan sebagai alternatif solusi bagi masyarakat yang membutuhkan modal dibawah 10 juta dan tidak bisa menjangkau melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"KUR masih dianggap cukup besar untuk kelompok masyarakat, yang kebutuhan kreditnya hanya sekitar  5- 10 juta. Ini yang kita sebut adalah mereka ultra mikro. Dari total 59 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sebagian sangat besar adalah mereka kelompok ultra mikro. Kita sangat senang dengan adanya teknologi digital yang memungkinkan terjadinya penetrasi kepada kelompok terkecil ini," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Bekas pejabat Bank Dunia ini berharap kemudahan sistem pembiayaan ini nantinya dapat membuka akses baru bagi masyarakat yang menjalankan usaha ultra mikro. Pelaku usaha ultra mikro cukup menggunakan telepon pintar (smartphone) untuk memanfaatkan digitalisasi pembiayaan UMi.

"Eksistansi model seperti Bank BRI, akan mendapat saingan teknologi digital, yang kantor cabangnya adalah smartphone," seloroh Sri Mulyani.

Menteri Keuangan mengatakan pemerintah akan mengevaluasi program digitalisasi pembiayaan Ultra Mikro secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut pemerintah akan menyempurnakan dan memperluas implementasi ekosistem digital dengan membuka kesempatan kerja bagi semua Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) lainnya.

"Targetnya melalui para penerima UMi, bisa mendapatkan jangkauan lebih luas," kata Sri Mulyani.

Uji coba sistem pembiayaan digital ultra mikro dilakukan dengan menggandeng empat Penyedia Jasa Sistem Pembayaran  (PJSP) yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia. Empat PJSP itu adalah PT Telkom Indonesia (menggunakan T-Money), PT Telekomunikasi Seluler (T-Cash),  PT Bukalapak.com (Bukalapak) dan PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay).

Kegiatan uji coba ini bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan debitur pembiayaan UMi, terkait dengan transaksi secara elektronik, serta proses perekaman dan pelaporan transaksi debitur dari PJSP uang elektronik, kepada PIP (Pusat Investasi Pemerintah).

Pemerintah telah menganggarkan tambahan alokasi pembiayaan UMi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 3 triliun dan menetapkan program pembiayaan UMi sebagai program prioritas nasional tahun 2019.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Mesir Didesak Menginvestigasi Dugaan Pembunuhan dan Penyiksaan Oleh Aparat Keamanan

Perkembangan Kondisi Korban Bom Polrestabes Medan

Wacana Sertifikasi Wajib Bagi Calon Pengantin