Bagikan:

BPS Sebut Jumlah Tenaga Kerja Industri Tekstil Menurun

Data ini didapatkan BPS berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022.

NASIONAL

Senin, 07 Nov 2022 20:26 WIB

tenaga kerja

Ribuan orang mengantre di lokasi Bursa Tenaga Kerja di Batam, Kepulauan Riau, Senin (7/11/2022). (Foto: ANTARA/Teguh Prihatna)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di industri tekstil.

Kepala BPS Margo Yuwono menyebut data ini didapatkan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022.

"Pada subsektor 13 yaitu industri tekstil itu terjadi penurunan tenaga kerja dari Agustus 2021 sebesar 1,13 juta menjadi 1,08 juta orang. Jadi memang ada penurunan dari periode Agustus 2021 ke Agustus 2022 dimana Agustus 2021 tercatat 1,13 juta orang, agustus 2022 menjadi 1,08 juta orang," kata Margo Yuwono dalam konferensi pers daring, Senin (7/11/2022).

Sebelumnya, pengusaha menyebut industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sedang tidak baik-baik saja lantaran pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan dengan puluhan ribu karyawan.

Baca juga:


Dampak COVID-19

BPS juga mencatat dampak pandemi masih belum sepenuhnya hilang di sektor ketenagakerjaan.

Menurut catatan BPS, saat ini terdapat 1,98 persen penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Kepala BPS, Margo Yuwono menyebut angka itu setara dengan 4,15 juta orang.

"Sebanyak 0,24 juta orang itu merupakan pengangguran karena covid-19 kemudian 0,32 juta orang itu kategori bukan angkatan kerja yang karena covid-19 juga sebanyak 0,11 juta orang sementara tidak bekerja karena covid-19, dan masih sebanyak 3,48 juta orang penduduk yang bekerja itu mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19," kata Margo saat konferensi pers, Senin (7/11/22).

Margo Yuwono menyebut, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86 persen, turun sebesar 0,63 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.

Selain itu BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 135,30 juta orang, naik sebanyak 4,25 juta orang dari Agustus 2021.

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,57 juta orang).

Hanya Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang yang mengalami penurunan, yaitu sebesar 0,05 juta orang.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending