Bagikan:

BNPB: 62 Meninggal, Ribuan Orang Mengungsi Akibat Gempa Cianjur

Sebagian masyarakat korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda darurat di halaman rumah masing-masing.

NASIONAL

Senin, 21 Nov 2022 21:38 WIB

Author

Heru Haetami

BNPB: 62 Meninggal, Ribuan Mengungsi Akibat Gempa Cianjur

Suasana di halaman RSUD Cianjur, Jawa Barat, pasca-gempa 5,6 SR, Senin, 21 November 2022. Foto:IDI Cianjur.jpg

KBR, Jakarta- Sebagian masyarakat korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda darurat di halaman rumah masing-masing.

Hal ini disampaikan juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers perkembangan situasi pasca-gempa di Cianjur, melalui akun YouTube BNPB, Senin, 21 November 2022.

Kata dia, jumlah warga yang mengungsi sebanyak 5.389 orang yang tersebar di beberapa titik.

"BNPB sendiri saat ini sedang mendorong tenda-tenda pengungsi diisi 30-40 orang, sudah berjalan saat ini. Dari yang disampaikan kepala BNPB, itu ada 47 tenda yang akan didorong malam ini untuk mendukung kebutuhan darurat para warga terdampak di Kabupaten Cianjur," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Senin (21/11/2022).

Puluhan Orang Masih Tertimbun Reruntuhan

Abdul Muhari menyebut, BNPB juga menyiapkan satu unit helikopter untuk kebutuhan distribusi bantuan dan evakuasi di daerah terisolir.

Selain itu sudah disiapkan bantuan logistik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp500 juta.

Data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (21/11) pukul 19.34 WIB mencatat 62 orang meninggal.

Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang.

Selain itu, 25 orang tercatat masih tertimbun reruntuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. 79 orang lainnya luka-luka.

Kerusakan Infrastruktur

Sementara untuk kerusakan infrastruktur, di Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 2.272 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 4 unit gedung pemerintah rusak, 3 unit sarana pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak.

Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.

Selain di Kabupaten Cianjur, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor, sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi terdapat 14 unit rumah rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Terkait kebutuhan mendesak di lapangan, BNPB menyiapkan 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak.

Sebelumnya, gempa mengguncang kawasan Jawa Barat dan sekitarnya. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG menyatakan gempa terjadi pukul 13.21 WIB, dengan pusat gempa di 10 kilometer arah barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa terasa hingga ke Jakarta yang berjarak lebih dari 100 kilometer.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending