covid-19

Polsek Sugapa di Papua Diserang, TNI-Polri Siaga

"masih terus siaga dan pengawasan di kota, termasuk pengamanan objek vital seperti Bandara Bilorai, Bank Papua, dan tempat-tempat lainnya,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Nov 2021 16:01 WIB

Polsek Sugapa di Papua Diserang, TNI-Polri Siaga

Ilustrasi pengamanan yang dilakukan anggota TNI di Papua. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

KBR, Jakarta - Polsek Sugapa, di Kabupaten Intan Jaya, Papua, diserang rentetan tembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata, kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Ahmad Ramadhan mengatakan, dari hasil penyisiran, diduga ada lima orang membawa senjata api laras panjang.

"Saat ini aparat keamanan TNI dan Polri yang berada di wilayah Sugapa, masih terus siaga dan pengawasan di kota, termasuk pengamanan objek vital seperti Bandara Bilorai, Bank Papua, dan tempat-tempat lainnya," kata Ramadhan dalam konferensi pers, Jumat (19/11/2021).

Ahmad Ramadhan mengatakan, Kepolisian sempat menangkap dua orang yang diduga terlibat penyerangan.

"Namun setelah dilakukan penelusuran oleh Satgas Nemangkawi, keduanya dilepas karena tidak terkait dengan kelompok kriminal bersenjata," jelasnya.

TPNPB-OPM Klaim Tembak Lima TNI/Polri

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim menembak lima orang dari TNI-Polri dalam kontak senjata di sekitar Polres Intan Jaya dan BPBD setempat, kemarin.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut, empat aparat tewas dalam insiden tersebut.

"Jenazahnya belum dievakuasi karena kami kuasai bandara Intan Jaya. Dan pihak TPNPB KODAP VIII Intan Jaya belum ada yang korban," katanya melalui keterangan yang diterima KBR, kemarin.

Berita terkait:


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7