Inmendagri tentang Libur Nataru Terbit, Mudik Ditiadakan

"Kenapa kita terbitkan satu bulan sebelumnya kita sudah siaga? Karena agar persiapannya lebih baik"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 26 Nov 2021 19:20 WIB

Inmendagri tentang Libur Nataru Terbit, Mudik Ditiadakan

Penyekatan jalan melalui kebijakan perpanjangan PPKM di beberapa daerah, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) tentang Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) di semua daerah.

"Pelaksanaan Inmendagri ini dimulai pada 24 Desember 202, hingga 2 Januari 2022 mendatang," kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan di Kemendagri, Safrizal di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Ia mengatakan, aturan itu diterbitkan jauh-jauh hari agar bisa disiapkan lebih baik oleh pemerintah daerah.

"Kenapa kita terbitkan satu bulan sebelumnya kita sudah siaga? Karena agar persiapannya lebih baik. Jadi bukan H-2 atau H-3 kita keluarkan, tetapi satu bulan sebelumnya kita keluarkan. Agar tersosialisasikan kepada masyarakat sehingga jauh-jauh hari publik sudah mengetahuinya," jelasnya.

Baca: Instruksi Mendagri Atur Aktivitas Masyarakat Saat Libur Nataru

Safrizal menambahkan, PPKM Level 3 yang diterapkan saat Nataru ini untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19.

"Sebab dari pengalaman tahun lalu, terjadi lonjakan usai libur Nataru," ungkapnya.

Baca juga:  Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru, Presiden Minta Masifkan Sosialiasi PPKM Level 3

Pemerintah, kata dia, ingin mempertahankan situasi pelandaian kasus selama mungkin.

"Sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal," pungkasnya.

Selama penerapan PPKM level 3, 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang, mudik untuk keperluan Natal dan Tahun baru pun ditiadakan.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga