Imbas PPKM, Pariwisata Domestik Belum Menunjukkan Pemulihan

Margo Yuwono menyebut, sejumlah destinasi wisata, seperti Bali, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami penurunan pengunjung dibandingkan triwulan sebelumnya.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 05 Nov 2021 13:22 WIB

Dua anak bermain di salah satu resort pantai wisata di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (31/10/20

Dua anak bermain di salah satu resort pantai wisata di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (31/10/2021). (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

KBR, Jakarta - Aktivitas pariwisata domestik masih tampak mengalami penurunan pada triwulan III tahun ini disebabkan pengetatan yang dilakukan pemerintah terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah tempat wisata dalam beberapa bulan terakhir. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, menurunnya mobilitas masyarakat dan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut berimbas pada menurunnya jumlah pengunjung di kawasan wisata dan hotel berbintang. 

Kondisi ini tecermin dari tingkat penghunian kamar pada triwulan III/2021 yang mengalami penurunan jika dibandingkan triwulan II/2021, maupun triwulan III/2020. 

"Jadi berpengaruh sekali kepada sektor pariwisata dan ini indikatornya dicerminkan dari tingkat penghunian kamar," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (5/11/2021).

Margo Yuwono menyebut, sejumlah destinasi wisata, seperti Bali, Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami penurunan pengunjung dibandingkan triwulan sebelumnya. Hanya destinasi wisata Bali yang tercatat tumbuh positif dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca Juga:

Margo mengatakan, mobilitas masyarakat di triwulan III/2021 secara umum lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya. Namun, lanjunya, mobilitas mulai menunjukan tren peningkatan kembali pada September. Hal itu terlihat dari tren penumpang pesawat yang mengalami perbaikan.

"Karena makin masifnya masyarakat menerima vaksin dan juga makin patuhnya masyarakat menerapkan prokes, ini menambah kepercayaan masyarakat beraktivitas. Hal ini terlihat dari beberapa tempat kebutuhan sehari-hari mengalami perbaikan," tambahnya.

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2021 sebesar 3,51 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Angka ini tampak melamban dibandingkan pertumbuhan kuartal kedua 2021 sebesar 7,07 persen. 

Editor: Ranu Arasyki

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Potret Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan Mental