covid-19

Antisipasi Lonjakan Kasus saat Nataru, Berapa Stok Obat Biofarma?

Stok obat terapi COVID-19 cukup untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada Natal dan Tahun Baru

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Nov 2021 08:41 WIB

Author

Heru Haetami

Biofarma siapkan stok untuk lonjakan kasus Covid-19

Ilustrasi obat untuk COVID-19.

KBR, Jakarta- Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir memastikan stok obat terapi COVID-19 cukup untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada Natal dan Tahun Baru (Nataru). Honesti mengatakan obat COVID-19 itu antara lain Remdesivir 100 miligram, Oseltamivir, Favipiravir, dan Ivermectin.

"Kesiapan ketersediaan obat terapi COVID karena harus antisipasi, seperti disampaikan Pak Menteri Kesehatan seandainya di Nataru itu ada lonjakan, sehingga kami juga siapkan stok obat yang digunakan selama ini untuk penanganan COVID," kata Honesti saat Rapat dengan Komisi IX DPR, Senin, (8/11/2021).

Honesti mengatakan hingga November 2021, stok obat utama yang telah disiapkan yakni Favipiravir untuk 335.000 pasien, Remdesivir untuk 21.500 pasien, Oseltamivir untuk 1.220.000 pasien, kemudian Ivermectin cukup untuk 626.000 pasien.

Baca juga:

"Kami berharap supply ini atau stock ini bisa cukup sampai nanti kalau seandainya ada. Tentunya kita tidak berharap lonjakan luar biasa," katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan telah menggelar kesepakatan dengan produsen obat terapi COVID-19 Molnupiravir, Merck & Co.

Kata dia, pemerintah akan memesan 600 ribu hingga 1 juta tablet Molnupiravir untuk mengantisipasi lonjakan kasus di bulan Desember.

"Mempersiapkan diri. Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi kalau terjadi setidaknya kita punya stok obatnya dulu," kata Budi di kesempatan sama.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7