Bagikan:

Produk Pfizer Diklaim Efektif, Satgas Terbuka pada Semua Kandidat Vaksin Covid-19

"Penting diingat bahwa penanganan pandemi butuh kolaborasi masyarakat, pemerintah, swasta dan lembaga internasional."

NASIONAL | RAGAM

Jumat, 13 Nov 2020 14:14 WIB

Produk Pfizer Diklaim Efektif, Satgas Terbuka pada Semua Kandidat Vaksin Covid-19

Ilustrasi: Relawan vaksin covid bersiap mengikuti tes kesehatan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Pemerintah menyatakan terbuka terhadap semua kandidat vaksin Covid-19 dengan mempertimbangkan segala aspek pendukung. Salah satunya aspek kerja sama dengan swasta dan lembaga internasional. 

Ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menanggapi vaksin buatan Pfizer yang diklaim memiliki efektivitas hingga 90 persen.

"Penting diingat bahwa penanganan pandemi butuh kolaborasi masyarakat, pemerintah, swasta dan lembaga internasional. Kolaborasi ini nantinya akan semakin meningkatkan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Wiku.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan, pemerintah terus mengikuti perkembangan uji klinis vaksin Sinovac di dalam negeri maupun di negara lain. Tim dari BPOM, Biofarma dan MUI telah meninjau fasilitas produksi 3 kandidat vaksin dari Cina yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino. 

Wiku memastikan semua vaksin yang nanti digunakan telah lolos uji klinis dan halal.

Sebelumnya Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan kandidat vaksin virus corona asal Cina, saat ini tetap menjadi orientasi utama pemerintah. Meski begitu   tidak menutup kemungkinan vaksin lain seperti buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat Pfizer  dan perusahaan Jerman BioNtech juga bisa masuk Tanah Air. 

Moeldoko mengatakan   teknis untuk perlakuan vaksin tersebut sangat rumit. Bahkan, pendistribusian dari satu wilayah ke wilayah lain memerlukan keahlian dan keterampilan yang khusus.

"Yang pasti  orientasi pertamanya Sinovac dan Sinopharm (China National Pharmaceutical Group). Tidak menutup kemungkinan (vaksin lain). Tapi juga ada persoalan-persoalan teknis   dari sisi perlakuan teknis terhadap vaksin (Pfizer). Untuk daerah-daerah seperti kita ini, sepertinya akan menghadapi kesulitan. Karena  (butuh penanganan) dinginnya, harus (sesuai) temperaturnya. Sehingga nanti pada saat distribusi dari satu wilayah ke wilayah lain, akan menghadapi masalah. Itu persoalan teknisnya di situ," ujar Moeldoko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (10/11) menyatakan kandidat vaksin Pfizer menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Vaksin itu dibuat dengan teknologi baru yang menggunakan mRNA sintesis untuk mengaktifkan sistem kekebalan terhadap virus. Masalahnya,  vaksin ini harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celsius atau lebih rendah.

Sehari setelah Pfizer, Rusia mengklaim vaksin Sputnik V buatannya memiliki tingkat efektivitas hingga 92 persen untuk melindungi dari Covid-19.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending