Peneliti UGM Ajak Masyarakat 'Panen Air Hujan'

"Masyarakat belum banyak yang sadar dan tahu akan pentingnya air hujan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Nov 2019 17:09 WIB

Author

Ken Fitriani, Adi Ahdiat

Peneliti UGM Ajak Masyarakat 'Panen Air Hujan'

Awan hujan di Muarojambi, Jambi, Rabu (20/11/2019). Bila dikelola dengan baik, air hujan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air sehari-hari. (Foto: ANTARA)

KBR, Yogyakarta– Air hujan sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, karena tidak dikelola dengan baik, air hujan seringkali malah menjelma jadi bencana banjir.

Hal itu dijelaskan Dosen Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Ing. Ir. Agus Maryono.

Menurut penelitian Agus, kandungan air hujan bahkan lebih baik dari standar air minum yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.

“Kandungan chemical berbahaya lain (air hujan) misalnya arsen, mangan, pb juga sangat rendah. Sehingga air hujan di Indonesia yang kita ukur sangat bersih, dan bahkan sebagai air minum juga sangat memenuhi syarat," kata Agus kepada KBR, Kamis (21/11/2019).

Agus menegaskan Indonesia punya curah hujan yang cukup tinggi, yakni sekitar 2000-4000 mm per tahun. Dengan itu, harusnya Indonesia tak perlu khawatir perihal ketersediaan air.

“Oleh karena itu, perlu ada wadah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya memanen dan mengelola air hujan," lanjut dia.


Kongres Memanen Air Hujan

Untuk mensosialisasikan teknologi pengelolaan air hujan, UGM akan mengadakan Kongres Memanen Air Hujan Indonesia di University Club UGM, Yogyakarta, pada 28-29 November 2019.

"Kongres ini nanti akan mempertemukan semua golongan masyarakat. Harapannya akan memantik semua kalangan masyarakat di Indonesia untuk melaksanakan kongres serupa, dengan tujuan agar 'Gerakan Memanen Air Hujan' semakin menggema dan menjadi gerakan yang masif, “ jelas Agus.

"Masyarakat belum banyak yang sadar dan tahu akan pentingnya air hujan," lanjut dia.

Menurut Ketua Panitia Kongres, Hanif Aulian Fiery, acara ini akan dihadiri berbagai kalangan mulai dari perwakilan kementerian, akademisi, pengusaha, komunitas, dan juga masyarakat lokal.

“Terdapat juga stan pameran produk atau alat berbasis air hujan, seperti alat pemanen air hujan, propolis air hujan, pupuk air hujan, elektrolisa air hujan, dan kopi air hujan," kata Hanif.

"Kongres juga akan dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit dan wayang orang dengan tema air hujan, untuk membawa esensi kongres dalam bentuk budaya," tambah dia.


Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor