Ratusan Napi Sulteng yang Kembali Akan Dihadiahi Remisi

"Dua per tiga sudah masuk. Nanti kami kasih reward kepada mereka, dalam artian remisi," kata Menkumham Yasonna Laoly.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 15:35 WIB

Author

Ria Apriyani

Ratusan Napi Sulteng yang Kembali Akan Dihadiahi Remisi

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mematangkan kebijakan pemberian remisi atau pengurangan masa tahanan bagi para narapidana di Sulawesi Tengah yang menyerahkan diri pascabencana. Gempa diikuti tsunami yang menerjang beberapa daerah di Sulteng pada pengujung September lalu, membuat para penghuni Lapas dan Rumah Tahanan diberikan kelonggaran untuk menyelamatkan diri. 

Yasonna mengatakan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tengah mengkaji aturan pemberian remisi untuk kasus bencana seperti di Sulawesi Tengah.

"Dua per tiga sudah masuk. Nanti kami kasih reward kepada mereka, dalam artian remisi. Dalam kondisi seperti ini, kan itu yang kami sampaikan kepada mereka," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/11/2018). 

Sebelumnya, pemerintah memberi tenggat penyerahan diri hingga 30 Oktober 2018.

Yasonna mengakui sampai saat ini masih ada ratusan narapidana yang belum menyerahkan diri. Setidaknya 500 napi belum diketahui keberadaannya. Ia pun sudah menyurati Kapolri Tito Karnavian untuk meminta bantuan menangkap penghuni rutan dan lapas yang belum kembali.

Narapidana yang sudah melapor kembali tidak semua ditahan di Sulawesi Tengah. Sebab, ada napi yang ditahan di Solo karena menyerahkan diri di sana.

"Ada yang lapor ke Solo, nanti kita lihatlah apakah masih harus dikembalikan ke Sulteng. Yang penting kan dia menjalani hukuman."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17