Share This

KKP Ulik Potensi Nilai Ekonomi pada Tanaman Hias Air, Apa Hasilnya?

Tanaman air atau biasa disebut aquatic plant atau flora aquatic merupakan bagian dari perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 08 Nov 2018 22:19 WIB

Contoh Tanaman Hias Air (KBR/ Tyas Sukma Amalia)

KBR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap potensi tanaman air atau biasa disebut aquatic plant atau flora aquatic bisa dikembangkan sehingga bernilai ekonomi tinggi. Jenis tanaman air tersebut merupakan bagian dari perikanan tawar. Tapi sayangnya, sebagian masyarakat belum mengetahui cara mengeksplorasi manfaat tanaman tersebut.

Melihat kemungkinan pengembangan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia BRSDM KKP pun memulai riset mengenai tanaman air. Penelitian itu diawali dengan pendekatan spesies tanaman air endemik Indonesia. Dari situ dikategorikan, mana jenis yang menyimpan nilai estetika atau hiasan akuarium dan yang tergolong sebagai obat.

Beberapa yang diidetifikasi oleh Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) dan BRSDM adalah tanaman air endemik dari perairan di Pulau Kalimantan. Dari proses itu ditemukan, salah satunya untuk jenis Bucephaladra, memiliki nilai ekonomis dalam negri sebesar 50 ribu hingga 500 ribu per rhizome (rimpang). Sementara nilai ekspornya sebesar 300 Dollar atau sekitar Rp4,3 juta per rimpang.

BRBIH sejak 2016 bekerja sama dengan Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan memperbanyak tanaman air hias itu. Caranya, dengan memanfaatkan sifat totipotensi atau kemampuan suatu sel memperbanyak diri dan, melalui bioteknologi.

"Dengan memanfaatkan sifat totipotensi sel, tanaman air dapat hidup di luar habitatnya dan dapat dipanen sebanyak yang diinginkan," ungkap Peneliti dari BRBIH, Media Fitri saat ditemui di Gedung Mina Bahari III KKP Jakarta, Kamis (8/11/2018). Fitri juga tengah mengembangkan tanaman air dengan inovasi in-vitro. Yakni cukup dengan air berupa gel yang dimasukkan ke botol kecil, akar tanaman air hias akan bisa tumbuh. Sebab dalam air tersebut terkandung sejumlah unsur hara yang sama dengan kandungan tanah di lingkungan asal.

"Jadi gel ini kalau dibuka dan dimasukkan ke dalam air juga enggak apa-apa, karena sama unsurnya. Makanya tanaman air hias bisa berkembang di luar habitatnya dengan gel ini," terang Fitri.

Proses budidaya tanaman air hias ini bakal disosialisasikan kepada para petani dalam waktu dekat. Tujuannya agar petani mampu mendapatkan hasil panen tanaman air hias dalam jumlah banyak tanpa merusak ekosistem.

"Kalau mau, saat ini gel tersebut sudah tersedia di Depok, tepatnya di BRBIH kami disana. Secepatnya akan kami sosialisasikan, sejauh ini hanya beberapa nelayan saja yang sudah kami bina untuk lakukan budi daya ini."



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.