Share This

Jokowi Ajak Masyarakat Gunakan Motor Listrik

Untuk tahap awal, motor listrik kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini akan diproduksi 5 ribu unit per bulan.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 15:51 WIB

Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik buatan dalam negeri, Gesits. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo  ingin agar masyarakat Indonesia beralih dari kendaraan bermotor konvensional ke kendaraan yang menggunakan tenaga listrik. 

Usai menjajal Gesits, sepeda motor listrik produksi Indonesia, Jokowi menyebutkan motor listrik ini terkendala belum adanya produsen baterai, sebagai sumber tenaga motor listrik tersebut.

"Ini yang paling krusial produksi baterainya, lithium-nya. Padahal kita raw materialnya ada. Kalau itu sudah masuk, tinggal motor ambil dari sana, mobil ambil dari sana. Sudah kita bisa langsung switch," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/11/2018).

Hari ini, Presiden Jokowi menerima produsen motor listrik, Gesits di Istana Merdeka, terkait persiapan produksi massal sepeda motor listrik, yang rencananya akan dimulai tahun ini.

Untuk tahap awal, motor listrik kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini akan diproduksi 5 ribu unit per bulan. 

Presiden Jokowi juga sempat mencoba mengendarai motor listrik Gesits dari samping Istana Merdeka sejauh 200 meter dan mengaku puas dengan hasilnya.

"Kecepatan sudah diuji coba sampai ke Bali enggak ada masalah. Jakarta-Bali. Tadi saya coba karena enggak ada suara knalpotnya, saya kan senang yang greng-greng-greng. Tadi  jadi agak bingung menyesuaikan. Halus sekali dan sangat ramah lingkungan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga ingin agar sepeda motor listrik tersebut langsung dipasarkan, tanpa menunggu payung hukum khusus motor listrik. 

Menurutnya, pemerintah akan membantu perkembangan kendaraan listrik dengan mempermudah proses perizinannya.

"Langsung produksi pemerintah back up dalam artian urusan uji-uji itu biar cepat izin-izin cepat."

Jokowi memastikan pemerintah tidak akan ikut campur dalam hal distribusi, termasuk, tidak akan ada kebijakan proteksi yang dilakukan demi meningkatkan daya tarik motor listrik.

"Tidak bisa memproteksi sebuah barang. Itu tidak mendidik dalam industri usaha. Apapun asal harganya kompetitif, lebih efisien dibanding sepeda motor konvensional ya akan disambut pasar," tambahnya.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.