Jadi Pengacara TKN, Jokowi: Yusril Sosok Profesional

"Bagus, alhamdulilah. Kita yang meminta, Pak Erick yang meminta. Kita kan tahu profesionalitas dari Pak Yusril Ihza Mahendra,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Nov 2018 15:17 WIB

Author

Heru Haetami, Ria Apriyani

Jadi Pengacara TKN, Jokowi: Yusril Sosok Profesional

Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo mengaku senang Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menerima tawaran sebagai kuasa hukumnya di Pemilihan Presiden 2019. 

Jokowi menilai, Yusril merupakan sosok yang profesional.

"Bagus, alhamdulilah. Kita yang meminta, Pak Erick yang meminta. Kita kan tahu profesionalitas dari Pak Yusril Ihza Mahendra," kata Jokowi ditemui di Lebak Bulus, Selasa (6/11/2018).

Namun, Jokowi enggan mengonfirmasi apakah dirinya yang menginginkan Yusril digandeng masuk ke dalam tim kampanye nasionalnya.

Pasalnya, Yusril Ihza Mahendra selama ini dikenal kerap mengkritik pemerintah. Salah satunya, ketika pemerintah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.

Politikus PBB itu lantang mengecam keputusan tersebut. Yusril bahkan menjadi kuasa hukum HTI ketika menggugat keputusan pembubaran tersebut ke pengadilan.

Hanya saja, Jokowi mengaku tidak mempermasalahkan sikap politik Yusril sebelumnya. 

Bekas Gubernur DKI Jakarta ini mengaku percaya ahli hukum tata negara itu bisa bersikap profesional.

"Enggaklah, beliau di mana-mana profesional," pungkas Jokowi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Politik Dalam Negeri dan Pemerintahan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan tidak masalah jika Yusril Ihza Mahendra bergabung sebagai Tim pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin.

Fadli mengatakan, keputusan Yusril merupakan hak pribadi, dan menjadi bentuk professionalitas Yusril yang memang bekerja sebagai pengacara.

"Saya kira hak pribadi itu, nggak ada masalah apa lagi mau jadi lawyer kan nggak ada masalah, profesinya kan memang itu ya," kata Fadli Zon, ditemui di gedung DPR, Selasa (6/11/2018).

Fadli menuturkan, keputusan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin juga tidak akan pempengaruhi elektabilitas pasangan yang diusung Gerindra, Prabowo-Sandiaga Uno.

"Saya kira dari Ketua Majelis Syuronya, Pak Kaban cukup intensif bersama kami. Artinya dari sisi organisasi juga, atau dari sisi partai politik apalagi dengan latar belakangnya saya kira lebih condong berdekatan dengan apa yang diperjuangkan oleh kami gitu," ungkap Fadli.

Fadli menegaskan pilihan Yusril hanya urusan pribadi dan tidak ada kaitan dengan partai.

"Yah, kalo gak salah sih memang maksudnya begitukan (pribadi), bukan partainya," sambungnya.

Keputusan Yusril menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 1 itu diambil setelah bertemu dengan Erick Thohir, yang juga Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga juga membenarkan, Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14