Kapan Waktu Tepat Membeli / Mencicil Rumah?

Mempertimbangkan saat yang pas membeli hunian

Selasa, 04 Oktober 2022

KBR, Jakarta- Pasangan yang baru menikah sering kali dituntut untuk segera memiliki rumah. Perkara membeli rumah tak lepas dari standar kebutuhan pokok yang terpatri sejak kecil; sandang, pangan, papan. Bagi milenial dan gen Z kondisi ini terasa mencekik karena harga properti yang selangit tak dibarengi dengan kenaikan gaji. Hunian kemudian justru masuk kategori barang mewah. Lalu apakah masih relevan untuk membeli rumah?

Konsultan Keuangan Keluarga Amalia Khoirun Nisa menyebut rumah masih masuk daftar kebutuhan pokok, tapi tidak masuk dalam daftar beli segera. Banyak milenial dan gen Z menunda memiliki rumah karena merasa belum butuh

“Milenials penginnya tetap di kota besar, dekat sama akses kantor, dekat sama transportasi. Akhirnya memutuskan untuk co-living aja, misalnya ngekos atau numpang dulu sama keluarga, as long as tujuan-tujuan tadi yang kita inginkan tercapai,” kata perempuan yang akrab disapa Lia ini.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk membeli atau mencicil hunian? Lia mengatakan tiap orang punya waktu yang berbeda-beda untuk membeli rumah tergantung kebutuhan masing-masing.

“Misalnya kemampuannya udah lebih besar dibanding kebutuhannya, atau udah punya anak dua kan ga mungkin di rumah orang tua lagi, itu udah butuh rumah,” kata perempuan berusia 31 tahun ini.

Baca juga:

Peluang Investasi di Sektor Properti Pascapandemi

Masih Muda Punya Hunian, Why Not?

Setiap keluarga perlu memiliki rumah, tapi membeli rumah bagi Amalia Khaoirun Nisa harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasangan. (Dok: Pribadi)

Agar membeli rumah bisa aman dan tidak membebani keuangan, budget harus didiskusikan terlebih dahulu. Pilih cara yang paling realistis dan ukur kemampuan membayar. Perhatikan juga down payment (DP) dan cicilan jika memilih untuk mengambil cara kredit.

“Semakin besar DP, semakin kecil juga total cicilan yang kita bayar. Terkait bunga, ada beberapa bunga yang fixed. Misalnya bunganya itu 3,8% selama 3 tahun. Ya udah 3,8% terus selama 3 tahun, tapi setelah 3 tahun dia floating. Poinnya adalah cari yang fixed-nya paling lama dan bunganya paling kecil,” jelas Lia.

Jangan lupa, perhatikan juga prospek kawasan sekitar rumah. Carilah lokasi yang punya potensi berkembang di masa depan. 

“Rumah baru kecil sih tapi ke depannya akan ada KRL ke sini, ada pembukaan LRT atau university, itu bakalan pasti lebih menguntungkan,” ujarnya.

Dengarkan obrolan seru soal cara membeli hunian bersama Konsultan Finansial Keluarga Amalia Khoirun Nisa di Uang Bicara episode “Kapan Waktu Tepat Beli/Cicil Rumah?” di KBRPrime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.