covid-19

Presiden Minta Ada Mitigasi Gelombang Ketiga Covid-19

"Presiden menekankan kepada kami semua agar betul-betul berhati-hati menyiapkan seluruh langkah mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Okt 2021 08:43 WIB

vaksinasi covid-19

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 ke pelajar di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021). (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo meminta adanya langkah mitigasi dalam mengantisipasi potensi gelombang ketiga Covid-19. Itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan seusai rapat dengan Presiden, Senin (18/10). 

Kata Luhut, risiko kenaikan kasus bisa terjadi saat momen libur Natal dan Tahun Baru nanti.

"Presiden menekankan kepada kami semua agar betul-betul berhati-hati menyiapkan seluruh langkah mitigasi apabila terjadi gelombang ketiga Covid-19 akibat libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu kami akan berlakukan beberapa kali rapat untuk persiapan itu. Terutama mendorong penggunaan Peduli Lindungi dan dan tadi soal vaksinasi," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (18/10/2021).

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, cakupan vaksinasi lansia akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak buruk gelombang ketiga Covid-19. Cakupan vaksinasi lansia di Jawa-Bali dalam dua bulan ke depan ditargetkan mencapai 70 persen. Sehingga bisa menekan angka kematian dan kesakitan saat tertular virus.

Baca juga:


Luhut menyebut, jika Indonesia bisa melalui libur Nataru tanpa ada lonjakan kasus Covid-19, artinya negara ini sudah memasuki fase endemi. Luhut mengajak masyarakat terus kompak menggunakan masker untuk melindungi dari penularan Covid-19.

Vaksinasi Covid

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini Indonesia sudah mencapai 172 juta dosis vaksinasi COVID-19. Angka itu sekitar 52 persen dari total target vaksinasi tanah air sebanyak 208 juta orang.

Budi Gunadi merinci, 108 juta orang telah mendapat suntikan dosis pertama, dan 63 juta orang sudah mendapat vaksin lengkap.

Budi menyebut dalam dua bulan terakhir capaian vaksinasi juga mencapai dua juta dosis per hari.

"Kita juga sudah menembus angka 2 juta perhari itu selama 6 hari. Jadi di bulan September ini kita sudah menembus angka 2 juta tanggal 22, 23, 29 dan 30. Di Oktober kita sudah menembus angka 2 juta pada tanggal 13 Oktober dan 14 Oktober kemarin puncaknya di angka 2,2 juta suntikan per hari," kata Budi dalam keterangan pers, Senin (18/10/2021).

Budi menambahkan, dengan capaian ini, diperkirakan pada akhir tahun nanti 168 juta rakyat Indonesia sudah mendapat vaksin dosis pertama, dan 122 juta orang menerima vaksin lengkap. Atau total 290 juta dosis vaksin di akhir tahun 2021.

"Arahan presiden agar dipercepat terutama ibu kota ibu kota provinsi yang masih rendah. Juga ada beberapa kota-kota yang padat penduduknya, dan juga yang mau mengadakan acara-acara besar seperti di Mandalika itu juga bisa kita tercepat," imbuhnya.


    Editor: Rony Sitanggang

    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    BERITA LAINNYA - NASIONAL

    Kabar Baru Jam 11

    Kabar Baru Jam 10

    Kabar Baru Jam 8

    Kabar Baru Jam 7

    Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?