covid-19

Dorong Hilirisasi Industri, Jokowi: Jangan Hanya Jadi Tukang Gali

Industri dalam negeri harus bisa menghasilkan produk yang mempunyai nilai tambah tinggi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Okt 2021 19:36 WIB

Hilirisasi Industri

Ilustrasi tambang batubara. Foto : Antara

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo terus mendorong hilirisasi industri pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. Sebab menurut Jokowi, selama ini Indonesia menjadi negara penghasil sumber daya alam yang besar, namun industri pengolahannya minimal. 

Presiden berharap, dengan hilirisasi besar-besaran, Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah yang maksimal dari kekayaan alam yang dimiliki.

"Kalau tambang ya kita jangan hanya menjadi tukang gali saja. Anugerah yang diberikan Allah kepada kita itu betul-betul sangat luar biasa besarnya. Kalau kita hanya tukang gali kemudian kita kirim keluar, mereka buat smelter di sana, kemudian dijadikan barang setengah jadi atau barang jadi, kemudian kembali ke sini kita beli, inilah yang sedikit demi sedikit tahap demi setahap harus mulai kita hilangkan. Enggak boleh lagi kita juga hanya jadi tukang tangkap ikan harus ada industri pengolahannya di sini," kata Jokowi saat memberi pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, Rabu (13/10/2021).


Baca juga:

Jokowi menekankan, industri dalam negeri harus bisa menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, yang mengkombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam, kearifan lokal, dan teknologi yang melestarikan. Kata dia, prinsip ekonomi berkelanjutan ini harus dijaga dan dipegang teguh melalui green economy.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar Indonesia tak lagi kehilangan kesempatan memanfaatkan tren kenaikan harga komoditas. Ia berharap komoditas mineral dan batu bara (minerba) bisa dikembangkan lebih baik. Apalagi saat ini sejumlah komoditas tengah mengalami tren kenaikan harga. Salah satunya batu bara.

"Jangan sampai kita kehilangan opportunity lagi, kehilangan kesempatan lagi. Dulu ada booming minyak, kita kehilangan, ada booming kayu, kita kehilangan. Kini tidak, minerba ini harus menjadi sebuah fondasi kita dalam rangka memajukan negara kita Indonesia," katanya.

Jokowi menyatakan Indonesia juga mesti berani melakukan transisi. Semisal dengan memberlakukan larangan eskpor bauksit mentah di masa mendatang. Hal tersebut sudah diterapkan pemerintah dengan melarang ekspor bijih nikel.

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?