covid-19

Cakupan Imunisasi Menurun, Ancaman KLB di Tengah Pandemi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta pemerintah daerah meningkatkan cakupan imunisasi pada berbagai tingkatan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Okt 2021 19:46 WIB

Cakupan Imunisasi di Sejumlah Daerah Menurun

Ilustrasi imunisasi difteri. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta pemerintah daerah meningkatkan cakupan imunisasi pada berbagai tingkatan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi beralasan saat ini terjadi penurunan imunisasi di sejumlah daerah.

"Saat ini kita mengalami penurunan cakupan imunisasi baik di semua tingkat dan pada semua jenis vaksin ataupun imunisasi, dan ini menjadikan tentunya kekebalan terhadap penyakit dapat menurun dan menimbulkan resiko munculnya kejadian luar biasa di tengah pandemi COVID-19," kata Nadia dalam siaran pers secara daring, Rabu, (13/10/2021).

Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menambahkan, upaya untuk melengkapi cakupan imunisasi rutin perlu dilakukan terutama di saat pandemi COVID-19.

Sebab kata dia, selain COVID-19, RI juga memiliki risiko tinggi munculnya kejadian luar biasa atas penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak, difteri dan polio.

Baca juga:

Stok Imunisasi DPT Kosong

Sebelumnya, terjadi kekosongan stok imunisasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dari informasi yang dihimpun KBR, kelangkaan DPT terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Tegal dan Banyumas.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah menyesalkan kejadian tersebut. Sebab, menurut, Sekretaris IDAI Jateng, Choirul Anam, kekosongan ketersediaan DPT dikhawatirkan berimbas pada kesehatan anak di bawah satu tahun.

"Seharusnya hal seperti ini (kekosongan DPT) tidak terjadi ya karena bisa diantisipasi oleh pemerintah. Karena yang akan dirugikan itu kan anak-anak, yang paling kita takutkan terjadi lonjakan kasus yang sebenarnya bisa dihindari dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak dan hepatitis B. Ini yang kosong di DPT kan ya," ungkap Anam kepada KBR di Semarang, Jumat, (01/10/21).

Menurut Anam, selain berimbas pada kesehatan bayi, kelangkaan vaksin DPT juga akan mengacaukan jadwal imunisasi lantaran ada penundaan imuninasi.

"Harusnya pemerintah bisa mengantisipasi sebelum adanya kelangkaan DPT, ya," ucapnya.

Ia berharap, pemerintah mampu menemukan solusi atas kelangkaan imunisasi DPT di Jawa Tengah.

"Semoga bisa segera ada lagi stoknya," imbuhnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung