covid-19

Asosiasi Penyelenggara Umrah: Vaksin Masih Jadi Masalah

Asosiasi Penyelenggara Umrah menilai vaksin COVID-19 masih jadi masalah karena pemerintahan Arab Saudi belum menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm yang mayoritas digunakan di Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Okt 2021 14:48 WIB

Author

Heru Haetami

umrah

Ilustrasi pelaksanaan umrah di Arab Saudi. (Foto: ANTARA/Yudi Abdullah/uyu)

KBR, Jakarta - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyebutkan vaksinasi COVID-19 masih menjadi persoalan keberangkatan jamaah umrah dari Indonesia.

Kepala Bidang Umrah Amphuri, Zaky Zakaria Anshary mengatakan hingga kini pemerintahan Arab Saudi belum menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm yang mayoritas digunakan di Indonesia.

"Kita dari penyelenggara tentu keberatan juga dengan kebijakan dari Arab Saudi, tapi bagaimanapun kita harus menghormati kebijakan negara lain yaitu Saudi. Kita masih berharap Saudi suatu waktu nanti mungkin dan memang mungkin informasinya akan berubah---artinya menerima Sinovac dan Sinopharm tanpa booster. Walaupun sampai sekarang masih dipersyaratkan booster untuk pengguna vaksin Sinovac dan Sinopharm," kata Zaky kepada KBR, Minggu (17/10/2021).

Baca juga:


Zaky Zakaria Anshary berharap pemerintahan mempersiapkan skema vaksin booster untuk jamaah umrah. Asalkan harga yang ditetapkan masih dalam batas wajar, Zaky mengklaim jamaah akan menerima meski booster nantinya berbayar.

Namun ia menyarankan agar pemerintah memberikan sosialisasi ke para calon jemaah, agar biaya tambahan yang akan dikeluarkan untuk vaksin booster itu bisa diterima oleh jamaah.

"Itu bisa dimasukkan dalam modal program, asalkan harga-harga wajar mungkin 500 ribu atau sampai 1 juta mungkin. Kalau misal harus vaksin berbayar. Yang penting memudahkan kita, jangan sampai ada regulasi yang betul-betul mentok tidak bisa ngapa-ngapain. Kalau misalkan harus berbayar, ada booster tapi berbayar itu nanti tentu kita akan sosialisasikan kepada jamaah. Kalau wajar biayanya, Insyaallah jamaah paham," kata Zaky.

Zaky juga meminta pemerintah segera mengintegrasikan data vaksinasi di Indonesia dengan vaksinasi internasional. Menurutnya, banyak pelaku perjalan asal Indonesia terkendala lantaran data vaksinasi tidak terbaca visa negara tujuan.

"Ini PR utama, karena sistem visa kita terkoneksi dengan vaksin internasional, barcode vaksin internasional. Kalau vaksin tidak terbaca, maka visa umroh itu tidak bisa keluar," kata Zaky.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?