Mahfud MD: Aksi Protes terhadap Macron Harus Tertib

"Tidak ada di sini -apakah itu institusi, perusahaan atau orang- yang harus dianggap ikut bertanggung jawab atau mendukung pernyataan Presiden Macron."

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 31 Okt 2020 17:52 WIB

Author

Ninik Yuniati

Mahfud MD: Aksi Protes terhadap Macron Harus Tertib

Mahfud MD saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10/2020)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mempersilakan masyarakat yang ingin menyampaikan protes terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Namun, ia meminta hal itu dilakukan dengan tertib dan tidak merusak.

Mahfud menegaskan tidak ada seorang pun di Indonesia, baik individu, lembaga maupun perusahaan, yang dianggap ada kaitannya dengan pernyataan Macron. 

Mahfud menyoroti sejumlah orang yang mulai menggalang ajakan boikot produk Prancis di Indonesia. 

"Sekali lagi, tidak ada di sini yang harus bisa dianggap ikut bertanggung jawab. Apakah itu institusi, perusahaan atau orang yang harus dianggap ikut bertanggung jawab atau mendukung pernyataan Presiden Macron," kata Mahfud MD saat konferensi pers yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (31/10/2020).

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menyampaikan kecaman keras atas serangan di Paris dan Nice, Prancis yang telah memakan korban jiwa. 

Jokowi juga mengecam keras pernyataan Macron karena dinilai telah menghina Islam dan melukai perasaan umat Islam dunia.

"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan Umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia, di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19," ujar Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi usai menggelar pertemuan dengan perwakilan lembaga agama. Diantaranya, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) dan Majelis Tinggi Konghucu Indonesia (Matakin).

Jokowi menuturkan kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian dan kesakralan nilai dan simbol agama, tidak bisa dibenarkan. Ia juga menyebut mengaitkan agama dengan tindakan terorisme merupakan kesalahan besar.

"Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun," lanjut Jokowi

Jokowi mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2020 seorang guru bernama Samuel Paty dipenggal usai menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Dua pekan kemudian, terjadi serangan di Nice, Prancis Selatan yang menewaskan tiga orang.

Dalam sebulan terakhir terjadi tiga serangan teror di Prancis. Aksi teror itu muncul setelah majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad.

Presiden Macron menyebut penikaman tersebut merupakan serangan teroris kelompok Islam garis keras. Ia menyatakan tidak bisa melarang penerbitan karikatur Nabi Muhammad, karena ia membela kebebasan berekspresi. 

Sikap Macron memicu kemarahan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional