Ma'ruf Amin: Syariah, Arus Baru Ekonomi Dunia

Pada tahun 2018 produk halal dunia mencapai 2,2 Triliun USD dan akan berkembang terus menjadi 3,2 Triliun USD pada tahun 2024.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Okt 2020 16:16 WIB

Author

Ardhi Rosyadi

Ma'ruf Amin: Syariah, Arus Baru Ekonomi Dunia

Ilustrasi Ma'ruf Amin

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut saat ini Indonesia sedang berupaya memperkuat sistem keuangan syariah dalam negeri.

Ma'ruf menyebut hingga saat ini potensi perekonomian syariah sangat besar, karena trend muslim dunia sedang mengalami pertumbuhan.

"Produk halal merupakan bagian dari gaya hidup kelas menengah muslim yang dinamis," ujar Ma;ruf dalam Webinar Sharia Finance Gaining Momentum in Indonesia’s Economic Recovery, Rabu (28/10/2020).

Ia menyebut saat ini potensi ekonomi syariah sangatlah besar. Pada tahun 2018 produk halal dunia mencapai 2,2 Triliun USD dan akan berkembang terus menjadi 3,2 Triliun USD pada tahun 2024.

"Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan Ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," imbuhnya.

Menurut Ma'ruf saat ini Indonesia masih kalah dengan negara Brasil dalam pemenuhan produk halal dunia. Pemenuhan produk halal (makanan) dunia dari Brasil saat ini jumlahnya mencapai 5,5 Miliar USD. 

Ia menyebut ada beberapa potensi yang harus dikuatkan agar Indonesia menjadi unggul, salah-satunya pakaian muslim.

"Kita juga mampu mengisi potensi produk halal lain dalam bidang mode spesial seperti hijab dan pakaian muslim yang saat ini semakin digemari. Sehingga turut melibatkan brand fashion besar dengan membangun kawasan. Perindustrian telah menetapkan dua kawasan industri halal, di Banten dan halal industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur," ujarnya.

Wapres Ma'ruf Amin juga mengatakan guna mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, pemerintah akan fokus mengembangkan 4 hal yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial, dan perluasan kegiatan usaha syariah.

Berkaitan dengan manfaatnya, ia meyakini penguatan keuangan syariah di Indonesia dapat membantu memulihkan ekonomi nasional.

"Keuangan syariah bukan merupakan hal yang eksklusif, (syariah) bersifat inklusif dan universal sesuai dengan prinsip Rahmatan Lil Alamin (memberi kasih-sayang kepada seluruh alam)," tungkasnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7