Buruh Minta UMP Rp4,6 Juta, Anies Tawarkan Kartu Pekerja

"Jadi ada beberapa hal yang bisa kita ambil atau ruang yang bisa dimasukan ke dalam program kita untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, misalnya Kartu Pekerja."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Okt 2019 19:20 WIB

Author

Adi Ahdiat

Buruh Minta UMP Rp4,6 Juta, Anies Tawarkan Kartu Pekerja

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (10/9/2019). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa terkait besaran kenaikan upah minimum provinsi (UMP) di depan Balai Kota Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Di tengah unjuk rasa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan beberapa perwakilan KSPI untuk masuk ke kantornya.

"Cukup lama memang pertemuan tadi, kita berhasil memberikan pandangan dan aspirasi kita yang memang sudah dibekali dari awal kepada para perwakilan," kata Ketua KSPI DKI Jakarta Winarso, seperti dilansir Antara, Rabu (30/10/2019).

Menurut Winarso, Anies tidak mengiyakan tuntutan buruh yang meminta UMP Jakarta tahun 2020 dinaikkan sebesar 16 persen atau menjadi sekitar Rp4,6 juta.

Sebagai gantinya, Anies menawarkan peningkatan kesejahteraan buruh lewat Kartu Pekerja.

"Jadi ada beberapa hal yang bisa kita ambil atau ruang yang bisa dimasukan ke dalam program kita untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, misalnya Kartu Pekerja," kata perwakilan KSPI Andri Yansyah.


Kartu Pekerja dan Pengembangan Wirausaha

Kartu Pekerja adalah program yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta sejak 2018. Kartu ini ditujukan bagi buruh-buruh yang gajinya tidak lebih dari 10 persen di atas UMP.

Manfaat yang bisa didapat pemegang Kartu Pekerja ialah:

  • Gratis naik transportasi umum Trans Jakarta;
  • Bisa berbelanja bahan pokok di JakGrosir dengan harga lebih murah dari harga pasar;
  • Anak pemegang Kartu Pekerja berkesempatan menerima subsidi Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus;
  • Kartu Pekerja bisa difungsikan sebagai kartu ATM atau Jakcard Bank DKI.

Menurut perwakilan KSPI Andri Yansyah, Gubernur Anies juga menawarkan peningkatan pendapatan melalui program pengembangan kewirausahaan untuk istri-istri buruh yang menganggur.

"Sehingga pendapatan pekerja tidak hanya bertumpu pada suami yang kerja di perusahaan, tapi juga bisa dihasilkan kreativitas dan inovasi dari istrinya," kata Andri Yansyah.

Dari hasil pertemuan dengan KSPI, Gubernur Anies memutuskan akan membentuk Tim 7 mulai Kamis (31/10/2019). Tim ini nantinya khusus bertugas mengelola aspek ekonomi kreatif untuk para buruh.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14