Mulai Tahun Depan Budayawan Bakal Dapat Tunjangan

Pemerintah bakal mengalokasikan dana untuk memberikan tunjangan ke para budayawan senilai Rp25 juta per tahun.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 24 Okt 2018 19:51 WIB

Author

Dian Kurniati

Mulai Tahun Depan Budayawan Bakal Dapat Tunjangan

Mendikbud Muhadjir Effendy (kiri) bersama Menristekdikti M Nasir (kanan) dalam diskusi Kinerja 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jakarta, Rabu (24/10). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Pemerintah bakal mengalokasikan dana untuk memberikan tunjangan ke para budayawan senilai Rp25 juta per tahun. Kebijakan ini rencananya bakal dimulai tahun depan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, dana tunjangan tersebut diberikan ke budayawan yang tak mampu secara ekonomi. Ia berkata, kementeriannya masih mendata budayawan yang layak menerima tunjangan pada tahun depan.

"Tahun ini kami mulai memberi tunjangan hari tua para budayawan yang kebetulan nasibnya kurang beruntung. Setiap tahun, kami alokasikan per orang Rp25 juta, sampai seterusnya untuk menghargai prestasi dan dedikasi para budayawan," kata Muhadjir di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

"Jumlahnya belum banyak saya minta didata, dari berbagai daerah. Nanti tiap tahun kami update, kami tambah," sambung Muhadjir.

Ia mengatakan, untuk sementara ini kementeriannya telah mencatat sekitar 200 ribu nama budayawan dari berbagai daerah sebagai kandidat penerima tunjangan. Kata Muhadjir, Kemendikbud bakal menyaring dengan beberapa kriteria. Sayangnya, ia tak merinci kriteria budayawan yang layak menerima santunan tersebut, serta dari pos mana tunjangan tersebut dianggarkan.

Sebagai tahap awal, Muhadjir memperkirakan, budayawan penerima tunjangan tak akan mencapai 10 ribu orang, pada tahun depan. Namun, ia menjanjikan jumlah penerima tunjangan akan terus bertambah setiap tahunnya. Kata Muhadjir, budayawan tersebut akan menerima tunjangan hingga meninggal.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17