Share This

KPK Periksa Bukti Hasil Investigasi IndonesiaLeaks

"Pengawas internal sudah memeriksa kamera. Kamera merekam tetapi adanya penyobekan itu tidak ada di kamera, ga keliat"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 10 Okt 2018 15:30 WIB

KPK Periksa Bukti Hasil Investigasi IndonesiaLeaks

(Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, mengatakan  perlu melakukan eksaminasi atau pemeriksaan kembali bukti-bukti hasil investigasi IndonesiaLeaks, yang menyatakan ada perusakan barang bukti kasus korupsi oleh dua bekas penyidik KPK.

"Pengawas internal sudah memeriksa kamera. Kamera merekam tetapi adanya penyobekan itu tidak ada di kamera, ga keliat. Nah, karena terjadi perdebatan pada waktu itu kita belum memberikan sanksi yg semestinya. Karena belum ketemu ya kemudian sebaiknya di pulangkan," kata Agus di Komplek DPR Jakarta, Rabu (10/10/2018). 

Agus melanjutkan, "apalagi waktu itu kalo tidak salah ada pemanggilan dari polisi upaya bersangkutan ditarik kembali. Jadi memang hari ini pak Heri sebagai deputi baru di PIPM akan melakukan eksaminasi, coba nanti kita liat."

Agus mengatakan, kasus tersebut sudah lebih dari satu tahun, sehingga perlu eksaminasi terhadap bukti-bukti yang diberikan.

"Hari ini akan dimulai eksaminasi tersebut," katanya.

Baca: KPK Didesak Tindaklanjuti Temuan IndonesiaLeaks

Sebelumnya, IndonesiaLeaks merilis hasil investigasi yang mengungkap indikasi keterlibatan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dalam kasus ini.

Agus menyatakan, hubungan KPK-Polri tidak akan terganggu karena adanya peristiwa ini.

Baca: Skandal Perusakan Buku Merah


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.