Kemensos Ungkap Alasan Muncul Wacana Perpanjangan Tanggap Darurat Sulteng

Penentuan daerah mana yang bakal diperpanjang masa tanggap daruratnya, bakal diputuskan dalam rapat pada Kamis (25/10/2018).

BERITA | NASIONAL

Rabu, 24 Okt 2018 22:12 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kemensos Ungkap Alasan Muncul Wacana Perpanjangan Tanggap Darurat Sulteng

Prajurit TNI AD saat mengangkut bantuan ke pesawat Hercules untuk kesekian kalinya mengirimkan barang bantuan ke korban bencana di Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/ Olha M)

KBR, Jakarta - Kementerian Sosial menyatakan adanya wacana perpanjangan masa tanggap darurat gempa dan tsunami diterapkan per wilayah di Sulawesi Tengah. Sedianya masa tanggap darurat berakhir pada Jumat (26/10/2018).

Wacana perpanjangan per wilayah itu muncul karena menurut Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, penyaluran bantuan dasar di beberapa daerah terdampak belum maksimal. Utamanya di Kabupaten Sigi dan Donggala.

Langkah tersebut tak diberlakukan menyeluruh, sebab kondisi dan penyaluran bantuan di daerah lain seperti Kota Palu, dinilai sudah membaik. Itu sebab nantinya penentuan daerah mana yang bakal diperpanjang masa tanggap daruratnya, bakal diputuskan dalam rapat pada Kamis (25/10/2018).

"Masih banyak tantangan, Kamis ada rapat di tingkat gubernur untuk memastikan apakah tanggap darurat perprovinsi diperpanjang atau tanggap daruray perwilayah sesuai pemkot. Provinsi mungkin tdk tanggap darurat lagi karena palu mungkin sudah melewati masa krisis menangani pengungsian kan," kata Harry Hikmat di Gedung Kemensos, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Ia mengatakan, kini kementerian sosial fokus memenuhi kebutuhan dasar dan layanan psikologis bagi korban bencana di Sulteng. Selain itu, tambah Harry, kementeriannya juga terus memverifikasi data penerima santunan ke para ahli waris korban meninggal. Besaran bantuan Kemensos yang akan diberikan ke ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8

Parlemen Korsel Ajukan RUU 'Sulli' untuk Atasi Serangan Komentar Jahat di Medsos

Kabar Baru Jam 7