Share This

Dikritik Soal 99 Persen Masyarakat Hidup Pas-Pasan, PDIP: 1 Persennya Itu Ya Prabowo

Politikus PDIP itu mengklaim ekonomi Indonesia saat ini masih stabil.

BERITA , NASIONAL

Senin, 22 Okt 2018 19:17 WIB

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) menyapa para santri saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayat di Desa Temuroso, Guntur, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA/ Aji S)

KBR, Bogor - Politikus PDIP  Pramono Anung mempertanyakan data yang digunakan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto  mengenai ketimpangan Indonesia.

Menteri Sekretaris Kabinet itu mengklaim ekonomi Indonesia saat ini masih stabil. Ini ditunjukkan dengan hasil survei tingkat kepuasan terhadap pemerintah.

"Jadi gini, ekonomi kita ini ada ukurannya. Ukurannya tingkat kepuasan publik. Kalau kita lihat survei yang ada termasuk survei Kompas terakhir, kepuasan publik kita termasuk masih sangat tinggi," ujar Pramono di Bogor, Senin (22/10/2018).

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto mengkritik ketimpangan masyarakat di era Jokowi. Dia menyebut 99 persen masyarakat Indonesia masih hidup pas-pasan. Menanggapi kritikan itu, Pramono justru balik menyindir Prabowo.

"Ya satu persennya itu pasti Pak Prabowo ya."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.