Share This

Ada Potensi Gempa Susulan, Indonesia Pastikan Sarana Evakuasi Sudah Siaga

Pasca gempa pada Kamis (11/10/2018) dini hari, tim sudah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pihak IMF, World Bank, BMKG, BNPB, TNI, hingga Polda.

NASIONAL

Kamis, 11 Okt 2018 20:14 WIB

Ilustrasi: pendeteksi gempa bumi, seismograf. (Foto: Depkes.go.id)

KBR, Nusa Dua - Ketua Harian Pelaksana Panitia Nasional Rapat Tahunan IMF-World Bank, Susiwijono memastikan pelaksanaan acara tidak terganggu guncangan gempa.

Pasca gempa pada Kamis (11/10/2018) dini hari, tim sudah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pihak IMF, World Bank, BMKG , BNPB , TNI , hingga Polda. Susiwijono memastikan tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

"Kita sudah punya evacuation plan yang telah kita sepakati bersama. Kapal perang, helikopter, semua sudah on site. Panglima juga sudah cek. Termasuk KRI Suharso yang floating hospital," kata Susiwijono di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Dini hari tadi, gempa berkekuatan 6,3 SR mengguncang Situbondo. Getarannya terasa sampai Bali. Berdasarkan informasi BMKG dalam rapat koordinasi pagi tadi, kata Susiwijono, masih ada potensi 11 gempa susulan dengan kekuatan 2,5-3 SR.

Selain agenda IMF-WB, hari ini juga dijadwalkan berlangsung Asean Leaders Gathering. Sepuluh kepala negara ASEAN bakal menghadiri pertemuan tersebut membahas isu Asia Tenggara terkini. Susiwijono memastikan tidak ada perubahan kedatangan dari seluruh pemimpin negara.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.