Pekerja Angkutan BBM Ancam Mogok, Pertamina Bakal Libatkan Polisi

Pertamina akan berkoodinasi dengan aparat kepolisian dan lainnya untuk memastikan pasokan BBM berjalan lancar.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 23 Okt 2016 13:53 WIB

Author

Yudi Rachman

Pekerja Angkutan BBM Ancam Mogok, Pertamina Bakal Libatkan Polisi

Ilustrasi. Petugas sedang melakukan proses bongkar muat BBM Pertamina di Pematang Siantar, Sumatera Utara, (6/10/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Pertamina akan memantau proses negosiasi terkait ancaman mogok sekitar 800 orang awak mobil angkutan BBM yang dipekerjakan oleh Patra Niaga Pertamina.

Juru bicara Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina akan berkoodinasi dengan aparat kepolisian dan lainnya untuk memastikan pasokan BBM berjalan lancar. Kejadian mogok pekerja di jalur distribusi sudah pernah terjadi dan dapat diselesaikan dengan baik tanpa merugikan masyarakat pengguna BBM.

"Kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan juga aparat yang lain agar memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Pertamina akan mengupayakan langkah-langkah terbaik. Kami menginformasikan kepada masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu resah karena tentunya kami akan fokus maksimal agar distribusi BBM berjalan baik," kata Juru bicara Pertamina Wianda Pusponegoro kepada KBR, Sabtu (22/10/2016).

Juru bicara Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, berdasarkan keterangan dari anak perusahaannya, Pertamina Patra Niaga tidak ada pelanggaran ketenagakerjaan yang dilanggar.

Pertamina Patra Niaga hanya sebagai pengguna, sementara ada pihak ketiga atau vendor yang merekrut dan mempekerjakannya sebagai awak mobil angkutan BBM. Sehingga Pertamina Patra Niaga tidak bisa dipersalahkan karena sudah memberikan hak-hak pekerja sebagai tenaga kontrak sesuai dengan aturan.

"Patra Niaga bukan dalam posisi harus dalam penuntutan, mestinya itu ada pihak ketiga, vendor yang selama ini kemudian melakukan penyewaan atau kemudian melakukan hubungan kerja dengan awak mobil tangki sebagai tenaga kontraktor," katanya.


Ancaman Mogok Kerja

Sebelumnya, awak mobil angkutan BBM Pertamina Patra Niaga akan mogok karena menjadi korban pelanggaran hak ketenagakerjaan.

Koordinator Divisi Advokasi Federasi Buruh Transportasi Indonesia (FBTPI) Gallyta Noer Bawoel mengatakan ada sekitar 800-1000 orang yang akan mogok kerja  pada tanggal  1 November 2016. Mereka akan mogok hingga tuntutan awak mobil angkutan BBM Pertamina Patra Niaga dipenuhi.

Beberapa butir tuntutan itu diantara, pengangkatan seluruh pekerja di lingkungan kerja sebagai karyawan tetap dan membayar upah lembur atas kelebihan jam kerja sejak Oktober 2011- September 2016.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8