Aksi 4 November, Polri Kerahkan Pasukan Gabungan

Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI terkait rencana penjagaan aksi nanti.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 30 Okt 2016 13:46 WIB

Author

Ade Irmansyah

Aksi 4 November, Polri Kerahkan Pasukan Gabungan

Ilustrasi demo ormas. Foto: Antara


KBR, Jakarta - Kepolisian Indonesia mengatakan bakal mengerahkan pasukan gabungan TNI, Polri dan lembaga lain untuk menjaga aksi unjuk rasa yang bakal digelar beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) pada Jumat, 4 November 2016 pekan depan. Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI terkait rencana penjagaan aksi nanti. Ia mengimbau masyarakat dan aparat keamanan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. 


"Apalagi mengancam keselamatan petugas atau orang lain, maka tentunya ada tata cara yang lain, ada tindakan-tindakan yang lain, termasuk ada tindakan tegas kalau seandainya memang ada sekali lagi, ancaman kepada petugas maupun kepada masyarakat dan terhadap kepentingan umum. Jadi ini tolong jangan sampai terjadi. Nah untuk itulah saya tentunya Polri sudah bekerja sama dengan semua pihak yang paling utama tentunya rekan-rekan dari TNI, dengan Bapak Panglima TNI dan jajaran kita sudah berkomunikasi membuat rencana-rencana kegiatan untuk mengamankan agar masyarakat juga terlindungi. Kemudian juga kita membangun hubungan baik dengan yang akan demo juga kepada masyarakat lainnya," ujarnya kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia.

Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian juga meminta masyarakat untuk tidak termakan  isu-isu yang beredar di media sosial soal ancaman yanag bakal terjadi pada pelaksanaan aksi untuk menyikapi pernyataan dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut.

"Ini di media sosial kita lihat ada hal-hal yang provokatif bahkan ada yang mengajak melakukan kekerasan. Tolong masyarakat kemudian juga yang akan melakukan unjuk rasa tolong betul-betul tidak melakukan aksi-aksi anarkis, ikuti aturan-aturan hukum, aturan-aturan main dalam menyampaikan pendapat dimuka umum. Sudah ada undang-undangnya, no 9 tahun 1998, bahwa itu ada jam-jamnya juga, tempatnya sudah kita siapkan juga nanti," ucapnya.

Sementara terkait pelaksanaan pilkada Jakarta, Tito menyebut akan memperbantukan satuan Brigade Mobil (Brimob) dari daerah lain ke Jakarta.  Saat ini kata dia, pihaknya tengah memperhitungkan soal berapa banyak jumlah personel Brimob yang akan dikerahkan untuk pengamanan tersebut.
 
"Iya ada beberapa satuan Brimob, termasuk juga satuan Brimob dari luar wilayah juga yang kita tarik untuk mengamankan," tambahnya.

Baca juga: PBNU Imbau Warganya Tak Ikut Demo Ahok Pekan Depan


Editor: Sasmito


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN