Rusuh Singkil, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan

Polisi masih mengejar penembak.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 14 Okt 2015 21:05 WIB

Author

Edy Saputra dan Damar

Rusuh Singkil, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan

Gereja HKI Singkil (Foto: ist)

KBR, Aceh Singkil - Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku penembakan dalam kerusuhan pembakaran rumah ibadah di Desa Dangguran, Kabupaten Aceh Singkil. Pelaku menggunakan senapan angin kaliber 5.5  membuat satu orang tewas dan empat lainnya luka dalam kerusuhan tersebut. Menurut Kepala Polisi, Badrodin Haiti, polisi masih melakukan pengejaran terhadap penembak.

"Senapan angin kaliber 5,5. Pelaku sudah diidentifikasi, sedang dicari. Senjata ini biasanya digunakan untuk memburu babi. (Perlu izin?) Harus ada izin karena di atas kaliber 4.5," ujar Badrodin, saat mengunjungi Singkil, Rabu (14/10/2015).

Sementara itu, Kapolda Aceh Husein Hamidi mengatakan, senjata buru babi tersebut saat ini masih beredar di tengah masyarakat. Sedangkan, situasi keamanan di Aceh Singkil sudah dapat dikendalikan. Polisi juga TNI telah disiagakan di seluruh Gereja.

Dua buah gereja di Aceh Singkil, kemarin, dirusak kelompok intoleran dengan alasan tidak punya izin. Padahal kedua gereja tersebut sudah berdiri sebelum peraturan pendirian rumah ibadah berlaku. Kelompok intoleran 6 Oktober lalu mendemo bupati untuk menutup gereja-gereja yang mereka anggap tidak berizin. Mereka mengultimatum bupati mengikuti paksaan itu dalam 7 hari dan mengancam beraksi sendiri jika tuntutan tidak dipenuhi.

Malamnya, Forum Kerukunan Umat Beragama setempat menggelar rapat yang menyepakati penutupan sejumlah gereja. Sepekan setelah tuntutan itu, kelompok intoleran turun ke lapangan dan menutup langsung gereja-gereja. Akibat peristiwa itu satu orang dilaporkan tewas dan empat luka-luka.

Editor: Rony Sitanggang 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Bagirata, Solidaritas bagi Pekerja Terdampak Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Giri Suprapdiono soal Tes Wawasan Kebangsaan pegawai KPK

Kabar Baru Jam 7