Keluarga Korban Konflik Tambang Lumajang Masih Diintimidasi

Kepala Divisi Sosial KPAI Erlinda mengatakan KPAI akan bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan untuk memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 04 Okt 2015 21:29 WIB

Author

Yudi Rachman

Keluarga Korban Konflik Tambang Lumajang Masih Diintimidasi

KPAI. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pendampingan penanganan trauma kepada anak-anak keluarga korban penganiayaan dan pembunuhan kasus tambang pasir di Lumajang, Jawa Timur.

Apalagi sampai saat ini, menurut KPAI, masih ada intimidasi terhadap keluarga korban konflik tambang di Lumajang.

Kepala Divisi Sosial KPAI Erlinda mengatakan KPAI akan bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan untuk memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

Tak hanya itu, anak-anak yang menjadi saksi peristiwa itu juga akan dilakukan pendampingan untuk mengurangi trauma akibat menyaksikan kekerasan berdarah.

"Mungkin besok KPAI akan turun ke TKP. Kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan (PP TP2A) kita meminta dan merekomendasikan kepada PP TP2A untuk segera memberikan pendampingan trauma healing kepada seluruh anak-anak tersebut,"kata Erlinda kepada KBR, Minggu (4/10). 

"Anak-anak tersebut sesuai investigasi di awal mereka mengalami trauma yang sangat dalam, mereka sangat ketakutan. Ternyata sampai hari ini juga ada oknum-oknum yang melakukan intimidasi kepada keluarga korban," kata Erlinda.

Kepala Divisi Sosial KPAI Erlinda menambahkan, KPAI juga akan melakukan pendalaman dan koordinasi dengan kepolisian terkait perlu tidaknya sekolah anak yang berada di area balai desa dipindahkan ke daerah yang aman.

Pemindahkan sekolah diperlukan agar tidak ada trauma kepada anak-anak didik PAUD yang menyaksikan kekerasan tersebut.

Sebelumnya, penganiayaan dan pembunuhan Kancil, aktivis penolak tambang pasir dilakukan di depan balai desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur.

Di balai desa itu juga terdapat sekolah pendidikan anak usia dini. Saksi mata menyebutkan, anak-anak itu ikut menyaksikan kejadian kekerasan tersebut.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru jam 10