Bagikan:

PPP Putuskan Koalisi Sebelum Pelantikan Presiden

KBR, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan PPP bakal memutuskan sikap resmi koalisinya sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 20 Oktober mendatang.

NASIONAL

Sabtu, 11 Okt 2014 13:08 WIB

Author

Rio Tuasikal

PPP Putuskan Koalisi Sebelum Pelantikan Presiden

PPP, Koalisi, Pelantikan Presiden


KBR, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan PPP bakal memutuskan sikap resmi koalisinya sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 20 Oktober mendatang. Meski begitu PPP kini disebut sudah merapat ke koalisi Jokowi setelah tidak mendapatkan jatah kursi pimpinan di DPR dan MPR. (Baca: PPP Janji Tak Kembali ke Koalisi Prabowo)

Pengurus DPP PPP Syaifullah Tamliha menyatakan, partainya saat ini masih resmi sebagai pendukung Koalisi Prabowo karena Ketua Umum Suryadharma Ali masih terdaftar sebagai presidium Koalisi tersebut. Rencananya keputusan koalisi akan diambil lewat voting pengurus harian. Sikap ini akan diputuskan setelah Ketua Dewan Syura PPP pulang dari ibadah haji 15 Oktober.

"Ke kubu mana, apakah koalisi Indonesia Hebat atau Koalisi Merah Putih. Sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden. kami pasti memutuskan. Bukan dengan muktamar. Ini kan kami masih sah kami pengurus ini. Akan diputuskan oleh pengurus harian," ujar Syaifullah kepada wartawan di  Jakarta, Sabtu (11/10) siang.

Pengurus DPP PPP, Syaifullah Tamliha menambahkan, kubu Suryadharma dan Romahurmuziy berencana mengadakan muktamar masing-masing. Kubu Suryadharma tanggal 23 di Jakarta, sementara kubu Romahurmuziy tanggal 16 di Yogyakarta.

Syaifullah menyebut keputusan dari dua muktamar itu tidak akan berlaku karena dilaksanakan terpisah. Sementara mahkamah partai sudah memutuskan muktamar sah bila dihadiri kedua kubu.

 "Pak Romahurmuziy sudah terlanjur pesan hotel di sana. Pak SDA sudah memesan di sini. Akan mubadzir," kata Syaiful.

Editor: Nanda Hidayat

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending