covid-19

Viral Bayi Manusia Silver Diajak Mengemis, Ini Pengakuan Sang Ibu

Bayi itu viral lantaran dibawa seorang ibu untuk mengemis.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Sep 2021 14:17 WIB

Bayi manusia silver

Ilustrasi anak dipekerjakan. Foto: bin.go.id

KBR, Jakarta- Menteri Sosial Tri Rismaharini turun tangan terkait viralnya bayi 10 bulan menjadi manusia perak atau silver di Tangerang Selatan, Banten.

"Sekarang sudah ada di balai kami, si anak dan ibunya. Nah, nanti kami akan lakukan pemberdayaan untuk ibunya, supaya ibunya tidak harus meninggalkan anaknya. Namun, dia bisa berusaha," kata Risma dalam konferensi pers, Senin, (27/9/2021).

Bayi itu viral lantaran dibawa seorang ibu untuk mengemis. Risma mengklaim sudah membawa bayi dan ibunya itu ke balai naungan Kementerian Sosial.

"Kami kan punya sentra-sentra banyak. Dia bisa usaha di situ tanpa harus meninggalkan baby-nya yang selama ini dititipkan, karena dia harus bekerja sebagai pengemis. Nah, kami enggak mau itu," kata Risma.

Mensos Risma menambahkan, timnya tengah mengumpulkan pengemis-pengemis serupa untuk dibawa ke balai Kemensos.

Dia memastikan akan menyelesaikan permasalahan ini. Risma mengklaim, beberapa orang yang dulu mengemis sebagai manusia silver, sudah dibina Kemensos dan mendapat pekerjaan.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Tangerang Selatan menemukan bayi 10 bulan dilumuri cat silver dan diajak mengemis, Minggu (26/9/2021). Menteri Sosial Tri Rismaharini lantas memerintahkan jajarannya untuk turun tangan menanggapi peristiwa tersebut.

Baca juga: Kemensos Berencana Membuat Bank Data Penerima Bansos

Pengakuan Ibu Bayi Manusia Silver

Mengutip situs Kemensos.go.id, Rani (bukan nama sebenarnya) ibu sang bayi mengaku sudah 2 bulan mengajak anaknya mengemis dengan menjadi manusia silver.

Rani sendiri sudah mulai mengamen dan menjadi manusia silver sejak ia putus sekolah 2 tahun lalu. Namun, kegiatan itu ia hentikan lantaran hamil dan kemudian melahirkan.

Hidup di Jakarta dengan bayi mendorong ia membawa anaknya ke jalanan menjadi manusia silver.

"Saya butuh uang untuk bayar kontrakan, makan, beli susu dan popok bayi," ujar Rani sembari menggendong bayinya.

Kata dia, dalam sehari, ia bisa memperoleh uang 80 ribu sampai 150 ribu rupiah. Rani mulai turun ke jalan dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam.

Pengakuan ini disampaikan Rani kepada pekerja sosial di Balai Anak Handayani.

Kepala Balai Handayani, Hasrifah Musa menegaskan, bakal berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani perkara ini, terutama bagi anak manusia silver yang sedang ditangani.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung