covid-19

Presiden Jokowi Janji Rehabilitasi Mangrove Seluas 34 Ribu Hektar

Jokowi berjanji akan terus melanjutkan rehabilitasi mangrove di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bengkalis, Riau. Eks-Gubernur DKI Jakarta itu berharap, upaya pencegahan abrasi ini mam

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Sep 2021 15:22 WIB

mangrove

Hutan Mangrove Wana Tirta penahan abrasi. (FOTO: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen merehabilitasi mangrove di seluruh tanah air. Hal ini ia sampaikan usai melakukan penanaman mangrove di kawasan wisata Pantai Raja Kecik, Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (28/9).

"Di 2021 ini kita akan melakukan rehabilitasi mangrove di seluruh tanah air sebanyak 34.000 hektar," kata Jokowi dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/9/2021).

Jokowi berjanji akan terus melanjutkan rehabilitasi mangrove di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Kabupaten Bengkalis, Riau. Eks-Gubernur DKI Jakarta itu berharap, upaya pencegahan abrasi ini mampu mendukung pariwisata dan mendorong ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga:

Ratusan Ribu Hektar Hutan Mangrove di Indonesia Kritis

"Rehabilitasi mangrove ini akan terus kita lakukan tidak hanya di kabupaten Bengkalis tetapi tanah air yang memang kita perlukan. Karena hutan mangrove ini menyimpan karbon 4 sampai 5 kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan sehingga akan berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon, dan ini menentukan komitmen kita terhadap Paris Agreement, terhadap perubahan iklim dunia," kata Jokowi dalam keterangan pers di kanal Sekretariat Presiden, Selasa (28/9/2021).

Baca juga:

Cegah Abrasi, Jokowi Ingatkan Pentingnya Tanam Mangrove

Dikutip dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia memiliki 3,4 juta hektar hutan mangrove, atau 21 persen mangrove dunia.

Saat ini, luas mangrove Indonesia mengalami penurunan luasan, di mana data satu peta mangrove tercatat seluas 3.311.208, dengan 637.624 hektar (19,26%) dalam kondisi kritis.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung