BSSN Klaim Tak Ada Data di eHac yang Bocor

"Kita tetep melakukan pemeriksaan dengan hati-hati karena kita enggak tahu dalam periode tersebut mungkin ada orang lain yang bisa mengakses data tersebut"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Sep 2021 15:24 WIB

BSSN Klaim Tak Ada Data di eHac yang Bocor

ilustrasi eHac

KBR, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) mengakui belum ada data dari sistem aplikasi Electronic Health Alert Card atau eHAC milik Kementerian Kesehatan yang bocor.

"Sampai saat ini tidak ada pihak-pihak lain yang mengklaim mereka mempunyai data tersebut. Kita tetep melakukan pemeriksaan dengan hati-hati karena kita enggak tahu dalam periode tersebut mungkin ada orang lain yang bisa mengakses data tersebut. Kita lakukan pemeriksaan kepada sistem tapi sampai hari ini belum ada pihak-pihak lain maupun di darkweb yang mengklaim atau melakukan jual beli terhadap data yang diklaim dari sistem mitra eHac tersebut," kata Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan, saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon, kemarin.

Namun, Anton Setiawan membenarkan ada kerentanan di sistem eHac. Menurutnya, jika kerentanan itu tidak ditutup, maka berpotensi menyebabkan kebocoran data dari sistem tersebut.

"Dan kementerian kesehatan telah menutup kerentanan tersebut," ungkapnya.

Baca: YLKI: Pemerintah Tak Belajar dari Pengalaman Data Pribadi Bocor

Anton menjelaskan, pemerintah telah menata data pengendalian covid-19 dengan menyatukannya di satu aplikasi yakni pedulilindungi.

"BSSN terlibat menjaga keamanan aplikasi pedulilindungi tersebut," katanya.

Selain itu upaya yang dilakukan BSSN untuk mencegah kebocoran data yakni membuat pedoman dan panduan manajemen keamanan informasi, pengamanan sistem penyelenggara elektronik, serta pedoman keamanan informasi untuk e-government.

Pedoman itu, tambah Anton, harus diikuti instansi, kementerian, penyelenggara sistem elektronik untuk bisa meminimalisir kebocoran data.

"Kalaupun ada insiden maka sudah ada langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat luas," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Potret Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan Mental