covid-19

Beda Klaim Stok Jagung Kementan dan Kemendag

"Kalau ada barangnya sekarang kita jangan ngomong jutaan, ngomong 7.000 aja nggak ada buat kebutuhan 1 bulan di Blitar"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Sep 2021 19:51 WIB

Author

Heru Haetami

Beda Klaim Stok Jagung Kementan dan Kemendag

Ilustrasi lahan pertanian. (Foto: Antara/Makna Zaezar)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mempertanyakan keberadaan stok jagung yang diklaim surplus oleh Kementerian Pertanian.

Menurut Lutfi, stok saat ini saja tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk satu wilayah.

"Kalau kita punya sekarang 2,3 juta jagung mungkin nggak harganya naik meroket seperti itu. Kalau ada barangnya sekarang kita jangan ngomong jutaan, ngomong 7.000 aja nggak ada buat kebutuhan 1 bulan di Blitar. Gak ada barangnya," kata Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (21/9/2021).

Lutfi juga membantah stok jagung menumpuk di tangan tengkulak. Ia mengklaim telah melakukan pemeriksaan dan memastikan stok di tengkulak tidak banyak. 

"Kita sudah cek orangnya, 7.000 saja ngga ada," ungkapnya.

Baca: Jokowi Minta Nilai Tambah dan Produktivitas Pertanian Digenjot

Sebelumnya, meroketnya harga pangan ternak di sejumlah daerah mengakibatkan harga telur di tingkat peternak anjlok. Kondisi ini juga sempat dikeluhkan para peternak seperti yang terjadi di Blitar, Jawa Timur.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mengklaim selama ini ketersediaan stok jagung untuk pakan ternak sebenarnya stabil dan ada.

Hanya saja, kata dia, pemerintah mesti mencari cara untuk mengawasi distribusi pakan sehingga tak ada permainan harga di lapangan.

"Cuma bagaimana membuat kondisi ini, bahan pokok ini sampai ke tangan kawan-kawan peternak ini dengan masif dan tidak adanya pelanggaran di lapangan. Jadi saya sampaikan kalau stok buffer kami di Kementerian Pertanian cukup bahkan lebih untuk tahun ini. Cuma memang kita harus coba bagaimana membuat situasi ini stabil dan kondusif," kata Harvick saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, awal pekan lalu.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8