Polda Riau Bantah Intimidasi Wartawan

"Kok bisa ke sampeyan, ini mulai diplintir. Saya baik sama mereka, mereka sudah kita anggap adik sendiri, main di ruangan kita. "

BERITA | NASIONAL

Jumat, 09 Sep 2016 17:03 WIB

Author

Yudi Rachman, Ninik Yuniati

Polda Riau Bantah Intimidasi Wartawan

Beredar di media sosial foto diduga petinggi kepolisian Riau yang sedang kongkow dengan bos perusahaan yang lahannya tengah terbakar.



KBR, Jakarta- Kepolisian   Riau membantah mengintimidasi  jurnalis yang memberitakan foto petingginya dengan pemilik perusahaan yang diduga membakar lahan. Menurut Juru bicara Polda Riau, Guntur Aryo Tejo, kepolisian hanya mengingatkan penyelesaian masalah terkait beredarnya foto-foto pejabat polda Riau dengan seorang pengusaha ke publik.

"Tidak benar. Itukan mitra kita. Kita mengingatkan untuk mencari mediasi yang baik dan benar seperti apa. Bagaimana menyelesaikan masalah itu. Kok bisa ke sampeyan, ini mulai diplintir. Saya baik sama mereka, mereka sudah kita anggap adik sendiri, main di ruangan kita. Kok diplintir ke sana-ke sini," klaim Juru bicara Polda Riau Guntur Aryo Tejo kepada KBR, Jumat (09/09).

Guntur Aryo Tejo menambahkan, mediasi awal sudah dilakukan antara Wakapolda Riau dengan beberapa wartawan di Riau. Kata dia, masalah itu bermula dari obrolan dalam grup jejaring sosial whatsapp antar wartawan di Riau. Kemudian, foto itu beredar ke  grup mahasiswa dan terus menjadi viral sehingga menjadi pemberitaan.

"Ini sebenarnya kasus ini bukan pemberitaan. Ini kongkow dan kumpul serta berbicara di grup dan menyampaikan tentang pejabat-pejabat di sana (grup itu) sehingga muncullah pemberitaan itu. Grup itu grup jurnalis, sekarang sudah bubar. Kita hanya mau mereka klarifikasi saja, pembicaraannya seperti apa dan mereka meminta maaf," jelasnya.

Kata dia, dalam mediasi awal kepolisian akan menempuh langkah hukum berupa mediasi ke dewan pers jika mediasi kekeluargaan tidak tercapai.

"Ada upaya hukum yang akan kita tempuh melalui dewan pers. Kita minta klarifikasi dari dewan pers. Ini kasus bukan karena pemberitaan," katanya.


Sementara itu Kapolri Tito Karnavian   berjanji akan mengecek informasi ancawan terhadap wartawan tersebut. Tito juga meminta ditunjukkan sms berisi ancaman tersebut.

"(Soal pejabat Polda Riau yang diduga ancam wartawan?) Nanti saya cek dulu. Ada? Nanti kalau ada saya minta," kata Tito di kompleks Istana, Jumat (9/9/2016).

Sementara Juru Bicara Polri Boy Rafli Ammar menganjurkan agar wartawan yang diancam melaporkan pelaku. Ia menjamin laporan tersebut akan diproses.

"Tinggal nanti yang merasa dirugikan lapor aja, biar jelas, ada fakta, ada orang yang melakukan, fakta dikuatkan dengan statement pernyataan dari orang yang merasa dirugikan, itu lebih bagus," tutur dia.

Menurutnya, tindakan, apabila benar dilakukan, masuk kategori melanggar hukum, karena diarahkan untuk menyerang pihak lain.

"Ya nggak boleh kan, bisa jadi masalah hukum dong kalau melakukan semacam tindakan yang bisa menyerang mengganggu secara psikis apalagi fisik, secara psikis saja nggak boleh," ujar Rafli. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal