Bagikan:

LBH Ajukan Praperadilan Penahanan Eks Anggota Gafatar

Penahanan tiga orang tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri maupun Kejaksaan Negeri Cibinong Bogor tidak berdasar

BERITA | NASIONAL

Senin, 19 Sep 2016 11:57 WIB

Author

Agus Lukman

LBH Ajukan Praperadilan Penahanan Eks Anggota Gafatar

Anggota Gafatar menolak dituduh melakukan penyesatan dan makar - Foto kesbangpol.kalteng.go.id


KBR, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum LBH Keadilan Bogor Raya hari ini mengajukan permohonan praperadilan atas penahanan tiga orang kliennya, bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. 


Tiga orang itu yaitu Ahmad Musadeq, Mahful Muis Tumanurung dan Andri Cahya kini menjadi tersangka kasus makar dan penistaan agama.

Direktur LBH Keadilan Bogor, Fati Lazira mengatakan alasan penahanan tiga orang tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri maupun Kejaksaan Negeri Cibinong Bogor tidak berdasar. Fati Lazira meminta agar tiga kliennya dikeluarkan dari tahanan.

"Ada kekhawatiran orang-orang ini akan melarikan diri. Kita bantah itu, karena orang-orang ini selama pemeriksaan kooperatif. Lalu ada dugaan, orang-orang ini akan melakukan tindak pidana, kita bantah, bahwa orang-orang ini tidak mungkin melakukan tindak pidana. Dan tidak pernah ada tindak pidana yang dilakukan. Ada juga alasan menghilangkan barang bukti. Mana mungkin ada barang bukti, sementara tidak ada tindak pidana? Kalau pun ada, barang bukti itu sudah di tangan penyidik," kata Fati Lazira kepada KBR, Senin (19/9/2016).

Direktur LBH Keadilan Bogor, Fati Lazira mengatakan kliennya ditahan Bareskrim Mabes Polri pada 25 Mei lalu. Setelah berkas dilimbahkan polisi ke Kejaksaan, tiga orang eks Gafatar itu kembali ditahan Kejaksaan Negeri Bogor pada 9 September lalu.

Fati Lazira menambahkan permohonan praperadilan diajukan segera sebelum berkas perkara kliennya diajukan oleh Kejaksaan Cibinong ke pengadilan. Fati yakin permohonan praperadilan mereka akan dikabulkan pengadilan. 

LBH Keadilan Bogor Raya juga menyesalkan aparat hukum begitu getol mengusut tiga kliennya. Sementara, kasus perusakan dan pembakaran aset eks Gafatar di Mempawah Kalimantan Barat tidak pernah ada yang jadi tersangka. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua