Sinabung Meletus Lagi

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 8 pagi tadi, dimana puncak Sinabung mengeluarkan kolom asap setinggi 3000 meter dengan jarak luncur awan panas 4 kilometer.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Sep 2015 13:49 WIB

Author

Iriene Natalia

Sinabung Meletus Lagi

Ilustrasi. Kolom asap letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, 10 November 2013. (Foto: www.karokab.go.id)

KBR, Jakarta - Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara kembali meletus.

Petugas pos pengamatan Gunung Sinabung, Mumun mengatakan hari ini Gunung Sinabung sudah dua kali erupsi.

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 8 pagi tadi, dimana puncak Sinabung mengeluarkan kolom asap setinggi 3000 meter dengan jarak luncur awan panas 4 kilometer.

Erupsi pertama cukup besar, karena material halus abu vulkanik jatuh cukup jauh hingga ke kota Medan.

Erupsi kedua terjadi sekitar pukul 11 siang tadi, tanpa disertai guguran awan panas.

"Erupsi kedua terjadi pukul 11.31 WIB, erupsi vertikal dan tidak disertai guguran awan panas. Kolom asap setinggi 2000 meter," kata Mumun.

Hingga siang ini, menurut Mumun, erupsi sudah berhenti namun puncak Gunung Sinabung masih diselimuti kabut tebal.

Erupsi tersebut diperkirakan bisa berdampak pada aktivitas masyarakat, semisal penerbangan.

Mumun menambahkan, abu vulkanik guguran awan panas Gunung Sinabung, Sumut tertiup angin seiring dengan arah pergerakan angin.

Setelah lama tertidur, Gunung Sinabung meletus pada 2010 2013. Hingga kini Sinabung terus aktif mengeluarkan awan panas, abu vulkanik dan asap. Warga yang mendiami kaki gunung terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI