Bagikan:

Agenda Sail Indonesia ke-8, Pemerintah Incar Wisatawan Kapal Layar dari Singapura

Sail ke-8 di tahun 2016 diberi nama Sail Karimata 2016, yang meliputi daerah Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Jambi.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 16:30 WIB

Author

Erric Permana

Agenda Sail Indonesia ke-8, Pemerintah Incar Wisatawan Kapal Layar dari Singapura

Salah satu acara Sail Tomini 2015. (Foto: ksp.go.id)

KBR, Parigi Moutong - Pemerintah berencana menggelar acara wisata Sail ke-8 di Kepulauan Riau setelah acara Sail Tomini di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sail ke-8 di tahun 2016 diberi nama Sail Karimata 2016, yang meliputi daerah Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Jambi.

Sail Tomini merupakan seri ke-7 dari rangkaian Sail Indonesia yang sudah digelar sejak 2009. Sebelumnya, pemerintah sudah menggelar Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), Sail Wakatobi-Belitung (2011), Sail Morotai (2012), Sail Komodo (2013), Sail Raja Ampat (2014) dan Sail Tomini (2015). Rangkaian Sail Indonesia itu untuk menaikkan angka kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia yang saat ini menggunakan tagline baru Wonderful Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dipilihnya Kepulauan Riau karena sangat dekat dengan Australia dan Singapura.

Ini bertujuan untuk menarik minat para wisatawan yang menggunakan kapal layar.

"Singapura itu ada ribuan kapal layar. Dan saya sudah ketemu dengan pemain di sana. Dan saya yakin mereka akan bersedia jika kita adakan di Kepulauan Riau. Akan dapat langsung impact-nya," ujar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, pemerintah bakal mendapatkan keuntungan jika Sail yang ke-8 tersebut diadakan di Kepulauan Riau.

Mengenai penyelenggaran Sail Tomini, di Sulawesi Tengah, Arief mengklaim telah mencapai target. Berdasarkan catatannya ada sekitar 5000 wisatawan yang hadir dalam acara tersebut.

Perayaan puncak Sail Tomini di Sulawesi Tengah dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet kerja. Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani merupakan ketua penyelenggara acara tersebut.

Editor: Agus Luqman  

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending