Bagikan:

PTM 100 Persen dan Jam Belajar Normal, Ini Saran IDAI

"Pembelajaran tatap muka dan atau pembelajaran jarak jauh. Disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing,"

NASIONAL

Jumat, 19 Agus 2022 21:36 WIB

Author

Muthia Kusuma

PTM 100 Persen dan Jam Belajar Normal, Ini Saran IDAI

ilustrasi pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi covid-19. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau semua pihak terkait menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dan kembalinya jam belajar sekolah. 

Menurut Ketua Satgas Covid-19 IDAI, Yogi Prawira, ditemukan fakta adanya komplikasi Covid-19 pada anak. Salah satunya, berupa sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak yang terkait dengan Covid-19 (MIS-C) dan gejala Covid-19 jangka panjang (long covid) di Indonesia.

"Maka IDAI dan KPAI mengimbau sebagai berikut. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sesuai usia. Baik sehat maupun komorbid, tanpa adanya kesulitan dan diskriminasi sedikitpun. Orang tua atau wali anak memiliki hak untuk memilih metode pembelajaran yang tepat untuk anaknya. Pembelajaran tatap muka dan atau pembelajaran jarak jauh. Disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing," ucap Yogi dalam siaran daring, Jumat, (19/8/2022).

Yogi Prawira menjelaskan, orang tua dan pihak sekolah harus memastikan keselamatan dan kesehatan anak dengan melakukan testing pada anak dengan gejala Covid-19. 

Baca juga: Anak Meninggal Akibat Covid-19 di Magelang, IDAI Jateng Minta PTM Dihentikan

"Orang tua juga tidak membiarkan anak belajar tatap muka saat bergejala demam, batuk, pilek, maupun diare. Sebab, gejala virus Covid-19 pada anak tidak hanya menginfeksi pernafasan, melainkan juga pencernaan dan lainnya," katanya.

Yogi menambahkan,  proses pembelajaran membutuhkan data yang akurat dan transparan terkait data harian Covid-19 di wilayah masing-masing. 

"Itu sebagai pijakan dasar pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka maupun Pembelajaran Jarak Jauh di sekolah. Serta meningkatkan testing, tracing, dan treatment sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," pungkas dia.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending