Bagikan:

Harga Jagung Tinggi, Pemerintah Genjot Produksi

"Dengan harga global yang sekarang di angka 335 dolar per ton itu yang setara dengan sekitar 5 ribu per kilo"

NASIONAL

Selasa, 02 Agus 2022 08:27 WIB

harga jagung tinggi

Ilustrasi: Panen jagung. (Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah akan meningkatkan produksi jagung di Papua, Papua Barat, NTB, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.  Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk meningkatkan produksi jagung nasional, mulai dari hulu hingga ke hilir. 

Presiden mendorong sejumlah upaya mulai dari pembukaan lahan baru, intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, hingga peningkatan pemasaran. Arahan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (01/08/2022).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, total luas lahan jagung tersebut bakal mencapai 141 ribu hektare. 

Kata dia 86 ribu hektarnya merupakan lahan baru.

"Dengan harga global yang sekarang di angka 335 dolar per ton itu yang setara dengan sekitar 5 ribu per kilo ini perlu dilakukan peningkatan produksi termasuk juga untuk ekstensifikasi dari lahan yang ada. Nah salah satu yang dilakukan ekstensifikasi adalah dengan mendorong GMO (Genetically Modified Organism) ataupun hibrida," kata dia saat konpers daring usai rapat kabinet, Senin (1/8/22).

Menko Perekonomian Airlangga menjelaskan, nantinya Menteri Pertanian akan melakukan perubahan terhadap regulasi terkait dengan GMO.

Kata Dia, pemerintah sudah mendorong bibit unggul, hibrida jagung yang bisa memproduksi antara 10,6 sampai 13,7 juta ton per hektar. 

Airlangga menjelaskan, nantinya Menteri Pertanian akan melakukan perubahan terhadap regulasi terkait dengan GMO.

Baca juga:

Kata dia, ada 14 varietas bibit yang digunakan antara lain benih Pertiwi 3 F1, NK Perkasa, Singa, Bima, Dahsyat, P36, dan lainnya.

Airlangga menyebut saat ini produksi nasional jagung dengan kadar air 27 persen sampai akhir tahun bisa mencapai 25 juta ton. Atau jika kadar airnya 14 persen maka setara dengan 18,6 juta ton.

"Dengan kebutuhan itu maka produksi feedmill nasional bisa dipenuhi secara nasional yang kapasitas terpasang memang bisa mencapai 27 juta namun sekarang yang beroperasi itu kebutuhannya sekitar 14 juta," tambahnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sudah tidak mengimpor jagung, kecuali untuk kebutuhan industri. Mentan menjelaskan, produksi jagung nasional saat ini berada di atas 18 juta ton, melebihi kebutuhan dalam negeri yang hanya 14,7 juta ton.

“Kita sebenarnya overstock-nya cukup. Tetapi tadi Bapak Menko memberikan penggarisan kebutuhan nasional menjadi sangat penting. Nanti sesudah kita lihat apa-apa yang memang harus dilakukan barulah kita berpikir untuk meningkatkan ke langkah-langkah berikutnya, baik ekspor maupun peningkatan kebutuhan industri dalam negeri,” kata Mentan.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending