UANG BICARA: Inspirasi Bisnis dari Visval

Bertahan di tengah pandemi dengan inovasi produk dan pemasaran

Senin, 23 Agustus 2021

KBR, Jakarta - Visval, brand tas asal Bandung ikut terhantam pandemi Covid-19. Padahal, awal 2020, cuan Visval lagi mengalir kencang dari gerai offline.

"Di PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pertama, penjualan kita menurun lebih dari 50 persen," kata Head of Commercial Visval, Zaim Kasmal.

Brand lokal yang berdiri sejak 2014 ini menerapkan survival mode dan meracik beragam strategi baru. Salah satunya mengoptimalkan media sosial sebagai ceruk marketing.

"Ini (media sosial) nendang banget sih, karena memang sekarang semua orang daily ngeliatin itu," ujar Zaim.

Head of Commercial Visval, Zaim Kasmal. Foto: dok pribadi

Pemasaran via daring memang jadi andalan Visval bahkan sejak awal merintis brand. Meski begitu, punya gerai fisik juga tetap dianggap penting.

"Asalnya memang online dulu, base-nya kita gedein dulu di online, baru kita buka offline," imbuhnya.

Pandemi juga mengubah karakter belanja masyarakat. Hal ini juga menjadi pertimbangan Visval dalam meracik strategi pemasaran. Di sisi lain, kualitas dan inovasi produk harus tetap dijaga.

"Kita mau ngomongin cara marketing, mau sosmed kek, mau apapun dan segala macam, kalau produknya ga OK, ya dia ga akan keserap," Zaim bilang.

Beberapa produk Visval. FOTO: Visval

Visval kasih porsi besar untuk pos riset dan pengembangan. Mereka harus inovatif dengan membuat produk-produk yang diminati pasar. Inovasi di sektor pemasaran juga dilakukan, salah satunya lewat kolaborasi.

"Kira-kira kalau mereka bersandingan sama kita, atau mereka bikin campaign bareng sama kita, kira-kira pengikutnya bakal ngikut ga ke kita? Kalau misalnya ternyata cocok secara market, secara daya beli. Kalau cocok layak banget untuk bisa investasi di influencer," pungkas Zaim.

Simak obrolan lengkap Reski Messanto dengan Zaim Kasmal dari Visval di Episode 21 Uang Bicara.