covid-19

Jokowi Perintahkan Daerah Habiskan Stok Vaksin Covid-19

Instruksi ini menyusul akan datangnya suplai vaksin hingga puluhan juta dosis di Agustus hingga September mendatang

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Agus 2021 19:21 WIB

Jokowi Perintahkan Daerah Habiskan Stok Vaksin Covid-19

Seorang tenaga kesehatan menunjukkan Vaksin Covid-19. (Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan Gubernur, Bupati, dan Walikota segera menghabiskan stok vaksin di daerahnya masing-masing. Instruksi ini menyusul akan datangnya suplai vaksin hingga puluhan juta dosis di Agustus hingga September mendatang.

"Berkaitan dengan vaksinasi dipercepat, saya minta Bupati dan Walikota, kalau vaksin datang langsung habiskan secepat-cepatnya, (nanti) minta lagi. Ini pas timing di Agustus, karena datang vaksinnya banyak sekali 72 juta (Agustus), kemudian bulan depan (September) 70 juta, yang biasanya itu sebulan hanya 8 hingga 10 juta. Selama 7 bulan (terakhir) kita hanya dapat (total) 68 juta," ujar Jokowi dalam Arahan Forkopimda Se-Jawa Timur yang diunggah Kanal Youtube Sekretariat Presiden RI, Jumat (20/8/2021).

Jokowi mengingatkan daerah untuk terus melakukan percepatan vaksinasi. Menurutnya, stok vaksin yang masih tersedia harus segera dihabiskan. Ia pun meminta daerah tak segan untuk meminta pasokan vaksin kepada pemerintah pusat atau dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

"Cepat habiskan, jangan sampai ada stok vaksin. Saya bisa lihat dan punya (data) angka-angkanya (stok vaksin) di setiap kabupaten dan kota," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sampai saat ini total vaksin yang telah datang ke Indonesia sekitar 190 juta dosis, baik dalam bentuk bulk (bahan baku) maupun vaksin jadi. Sementara itu, dari total vaksin yang ada sekitar 84,5 juta dosis vaksin, 54,9 juta dosis pertama telah disuntikan, 29,5 juta dosis kedua dan 320 ribu dosis ketiga (booster) untuk tenaga kesehatan.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?